Lifestyle / Female
Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB
Kisah Siti Aminah, pelaku UMKM Es Dawet Ireng Bogor yang berinovasi dengan topping kekinian. (Dok. ist)
Baca 10 detik
  • Siti Aminah memulai usaha Es Dawet Ireng Pawon Jiwandono di Bogor sejak tahun 2018 dengan modal Rp5 juta.
  • Siti menghadapi kenaikan harga bahan baku dan persaingan minuman kekinian dengan melakukan inovasi menu serta memperluas layanan penjualan.
  • Siti memanfaatkan bazar UMKM dan modal Amartha untuk menyewa kedai, menambah karyawan, hingga memperluas pengiriman di luar Bogor.

“Alhamdulillah usaha semakin berkembang, semakin banyak yang mengenal produk kami. Modal usaha dari Amartha membantu saya menyewa kedai, menambah karyawan dan memperluas usaha sampai pengiriman di luar Bogor,” kata Siti.

Dari kedai yang semakin berkembang hingga pesanan yang menjangkau luar Bogor, usaha yang awalnya dimulai dengan modal Rp5 juta tersebut kini turut membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

Cerita Siti menjadi gambaran kecil dari geliat usaha mikro yang terus bergerak di tengah perubahan ekonomi. Bagi pelaku UMKM seperti dirinya, pertumbuhan ekonomi tidak selalu terasa sebagai angka statistik.

Pertumbuhan justru bisa terlihat dari pelanggan yang kembali membeli, menu yang semakin beragam, pesanan yang datang dari luar kota, hingga kemampuan mempekerjakan orang lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh 5,06 persen dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.

Di tingkat usaha mikro, angka tersebut diterjemahkan dalam aktivitas yang jauh lebih sederhana: orang tetap membeli makanan dan minuman, pedagang terus mencari cara agar dagangannya diminati, sementara pemilik usaha berusaha menjaga agar bisnis tetap berjalan.

Siti adalah salah satunya.

Ia memilih mempertahankan dawet ireng sebagai identitas, sambil terus mengikuti perubahan zaman. Sebab, bagi usaha kecil, bertahan bukan berarti berhenti berubah.

Kadang, cukup dengan menambahkan topping baru, mencari produk sampingan saat musim hujan, menerima pesanan acara, atau membuka akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur

Dari langkah-langkah kecil itulah sebuah usaha bisa terus tumbuh.

Load More