- Pemilik rumah sering mengalami masalah air sumur yang keruh, berubah warna, dan berbau tidak sedap.
- Solusi praktis meliputi pengaturan pipa hisap, penggunaan bahan penjernih, pemasangan filter, dan pengurasan sumur.
- Penerapan langkah-langkah tersebut bertujuan mengembalikan kualitas air sumur agar kembali jernih dan layak pakai.
Suara.com - Memiliki sumber air pribadi seperti sumur bor atau sumur gali memang menguntungkan. Namun, masalah sering muncul ketika kualitas air menurun, seperti air yang berubah warna menjadi cokelat atau mengeluarkan aroma besi dan telur busuk.
Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas rumah tangga, mulai dari mencuci baju hingga kebutuhan mandi.
Banyak pemilik rumah yang kebingungan mencari cara mengatasi air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa agar air kembali jernih dan layak konsumsi.
Penyebab air sumur bermasalah bisa beragam, mulai dari dinding sumur yang rembes, endapan lumpur di dasar, hingga kandungan mineral yang terlalu tinggi.
Untuk membantu kamu, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan profesional.
1. Atur Ulang Kedalaman Pipa Hisap
Salah satu penyebab utama air menjadi keruh adalah posisi pipa hisap (tusukan) yang terlalu dekat dengan dasar sumur.
Ketika mesin pompa menyala, daya sedotnya akan mengangkat partikel lumpur atau pasir di dasar. Cobalah untuk menaikkan pipa hisap sekitar 50 cm hingga 1 meter dari dasar sumur.
Hal ini efektif untuk memastikan hanya air bersih di lapisan atas yang terambil.
Baca Juga: 12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
2. Gunakan Bahan Alami Penjernih (Tawas atau Kapur Tohor)
Tawas sudah lama dikenal sebagai koagulan yang mampu mengikat kotoran dalam air. kamu bisa melarutkan tawas ke dalam sumur (untuk sumur gali) agar partikel penyebab keruh mengendap ke bawah.
Selain itu, kapur tohor juga bisa digunakan untuk menetralkan pH air yang terlalu asam, yang sering kali menjadi penyebab aroma tidak sedap.
3. Pasang Filter Air Sedimen di Jalur Output
Jika kekeruhan disebabkan oleh partikel halus, pemasangan filter sedimen (catridge) pada pipa setelah pompa adalah solusinya. Filter ini akan menyaring pasir, karat, dan lumut sebelum air masuk ke toren atau keran.
Dalam menerapkan cara mengatasi air sumur keruh dan berbau yang tersedot pompa, penggunaan filter karbon aktif juga sangat disarankan karena karbon mampu menyerap bau kaporit, bau besi, dan zat organik lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja