- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong UMKM memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam program September 2026 demi menjangkau pasar internasional.
- Teknologi kecerdasan artifisial membantu pelaku UMKM mencari ide konten, melakukan riset pasar, dan menyusun strategi iklan.
- Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya etika, keamanan, serta peran manusia dalam pengambilan keputusan bisnis.
Website dapat menjadi fondasi penting dalam transformasi digital sebuah bisnis. Namun, memiliki website saja belum cukup jika tidak dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bisnis.
AI dapat membantu pelaku UMKM dalam proses membangun website, membuat materi untuk halaman produk, hingga mendukung optimasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO).
5. Membantu berkomunikasi dengan pasar yang lebih luas
AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu komunikasi bisnis, termasuk ketika UMKM mulai menyasar konsumen dari pasar internasional.
Teknologi ini dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan materi komunikasi dan pemasaran sehingga hambatan dalam menjangkau calon konsumen dari pasar yang berbeda dapat dikurangi.
Bukan Berarti Semua Pekerjaan Harus Diserahkan ke AI
Meski menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan AI tetap perlu dilakukan secara bertanggung jawab.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan bahwa pengembangan AI perlu memperhatikan aspek etika, keamanan, transparansi, akuntabilitas, serta pelindungan data pribadi.
Artinya, AI sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu atau enabler, bukan sebagai pengganti manusia dalam mengambil keputusan.
Pelaku UMKM juga tidak harus langsung menggunakan teknologi yang kompleks. Langkah awal dapat dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan yang paling membutuhkan bantuan, kemudian melihat apakah AI benar-benar dapat membuat proses tersebut lebih efektif.
Pendekatan ini penting karena transformasi digital UMKM seharusnya tidak berhenti ketika sebuah bisnis sudah memiliki media sosial atau website.
Tahap berikutnya adalah memastikan fondasi digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pertumbuhan bisnis.
AI-Ready Tak Harus Berarti Punya Tim AI
Pemerintah saat ini juga tengah memperkuat ekosistem AI nasional melalui Peta Jalan AI Nasional dan kerangka etika AI.
Salah satu konsep yang ditekankan Komdigi adalah Meaningful AI, yakni pemanfaatan AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan manusia tetap memiliki peran dalam pengawasan dan pengambilan keputusan.
VP & Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan mengatakan, menjadi AI-ready tidak berarti setiap bisnis harus menjadi perusahaan teknologi atau memiliki tim AI sendiri.
“Yang lebih penting adalah memahami di mana AI benar-benar dapat memberikan dampak bagi bisnis, memiliki fondasi digital yang memadai, dan tetap memastikan manusia memegang kendali atas keputusan yang dibuat,” ujar Indra.
Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi sekadar apakah UMKM dapat mengakses AI, tetapi sejauh mana teknologi tersebut bisa membantu mereka bekerja lebih efektif, menghemat biaya, dan meningkatkan omzet.
Ia menyebut penggunaan AI di kalangan UMKM semakin terlihat, antara lain untuk desain, pembuatan konten, dan pemasaran. Namun, adopsinya dinilai masih belum merata.
Exabytes Indonesia mendorong agar pemanfaatan AI bagi UMKM dilakukan secara lebih praktis dan terjangkau.
Penyedia teknologi, menurut perusahaan tersebut, tidak hanya berperan menyediakan tools, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami cara menggunakan teknologi agar memberikan nilai nyata bagi bisnis.
“Digitalisasi UMKM tidak seharusnya menciptakan kesenjangan baru. Ketika teknologi berkembang semakin cepat, kita perlu memastikan bahwa pelaku usaha kecil juga memiliki kesempatan untuk ikut berkembang,” kata Indra.
Pada akhirnya, pemanfaatan AI bagi UMKM bukan semata-mata tentang mengikuti perkembangan teknologi. Yang lebih penting adalah menemukan pekerjaan dan kebutuhan bisnis yang memang bisa dibantu AI, sambil tetap mempertahankan peran manusia dalam menentukan arah usaha.