Yellow Bourbon dari Mandalagiri, Kopi Cing Cangkeling Hadir dengan Rasa Fruity dan Cerita Mendalam

Selasa, 22 September 2026 | 16:26 WIB
Yellow Bourbon dari Mandalagiri, Kopi Cing Cangkeling Hadir dengan Rasa Fruity dan Cerita Mendalam (Suara.com/Dinda)
BACA 10 DETIK
  • Roemah Koffie meluncurkan produk kopi Cing Cangkeling dari perkebunan keluarga Roby Siswanda di Mandalagiri, Garut.
  • Produk kopi ini menggunakan varietas Yellow Bourbon yang diolah dengan metode Classic Natural berprofil Espresso Roast.
  • Cing Cangkeling tersedia dalam kemasan 200 gram sebagai seasonal coffee sejak 18 September hingga 31 Oktober 2026.

Ungkapan tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menenangkan diri. Makna ini kemudian diterjemahkan Roemah Koffie sebagai pengalaman menikmati kopi dengan lebih perlahan, bukan sekadar meminum kopi, tetapi memberikan waktu untuk mengapresiasi rasa sekaligus cerita di baliknya.

Bagi Roemah Koffie, Mandalagiri sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki karakter spesial dari Garut. Cing Cangkeling kemudian dikurasi untuk menghadirkan karakter tersebut ke dalam sebuah produk yang bisa dinikmati lebih luas.

Felix TJ, CEO Roemah Koffie, mengatakan setiap kopi memiliki cerita yang ingin disampaikan kepada konsumen.

“Bagi kami, setiap kopi memiliki cerita. Melalui Cing Cangkeling, kami ingin membawa cerita dari Mandalagiri ke dalam setiap cangkir, sehingga konsumen tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga mengenal daerah asal, karakter kopi, dan manusia yang telah merawat serta mengembangkannya,” ujar Felix.

Menariknya, makna Cing Cangkeling juga berkaitan dengan keluarga. Nama tersebut dimaknai sebagai doa dan doa bersama keluarga. Dengan begitu, secangkir kopi yang berasal dari kebun keluarga di Mandalagiri ini seolah membawa perjalanan dari sebuah keluarga yang telah bertahan dan merawat kebunnya selama bertahun-tahun.

Karena itu, Cing Cangkeling menjadi lebih dari sekadar single origin coffee. Ada perjalanan sejak 2009, ada kebun keluarga, ada proses belajar dan mengembangkan pengolahan kopi, sekaligus ada upaya membawa hasil perkebunan Mandalagiri agar dapat dikenal oleh lebih banyak orang.

Dengan profil Espresso Roast, kata Felix, Cing Cangkeling dirancang untuk tetap menunjukkan karakter yang kaya dan ekspresif ketika disajikan sebagai minuman kopi.

Penikmat kopi dapat menikmatinya sebagai Black Coffee untuk merasakan karakter beans yang lebih direct dan menonjol. Sementara bagi mereka yang menyukai tekstur lebih creamy, Cing Cangkeling juga dapat dinikmati sebagai White Coffee dengan karakter yang lebih rounded.

Cing Cangkeling tersedia dalam kemasan 200 gram melalui outlet dan kanal e-commerce resmi Roemah Koffie. Produk ini juga hadir sebagai seasonal coffee dalam jumlah terbatas sekaligus menjadi Beans of the Month mulai 18 September hingga 31 Oktober 2026.

Kehadirannya melanjutkan eksplorasi Roemah Koffie dalam memperkenalkan keragaman kopi Indonesia. Sebelumnya, Roemah Koffie telah menghadirkan sejumlah varian seperti Rambadia, Anak Daro, dan Cublak Suweng yang masing-masing membawa karakter daerah serta unsur budaya Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com