Apa Itu SPL Parfum? Ini 3 Istilah Penentu Kualitas Parfum yang Wajib Diketahui

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:05 WIB
Ilustrasi spl parfum (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Istilah SPL pada parfum meliputi sillage, projection, dan longevity untuk menilai performa wewangian secara keseluruhan.
  • Pemahaman tiga aspek tersebut membantu konsumen memilih jenis parfum sesuai kebutuhan aktivitas dan lingkungan sekitar.
  • Karakteristik SPL pada setiap jenis parfum dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pewangi, formula, serta kondisi pengguna.

Suara.com - SPL parfum menjadi salah satu istilah yang perlu dipahami ketika memilih wewangian dengan aroma yang kuat, mudah tercium, dan tahan lama.

Istilah ini sering digunakan oleh pencinta parfum untuk menilai performa wewangian setelah disemprotkan ke kulit maupun pakaian.

SPL merupakan singkatan dari sillage, projection, dan longevity yang masing-masing menggambarkan jejak aroma, jangkauan wangi, serta ketahanan parfum.

Dengan memahami ketiga aspek tersebut, kamu dapat memilih parfum yang sesuai dengan aktivitas, lingkungan, dan preferensi aroma tanpa hanya bergantung pada konsentrasi pewanginya.

Apa Itu SPL Parfum?

SPL adalah istilah yang merujuk pada tiga aspek performa parfum, yaitu sillage, projection, dan longevity. Ketiganya saling berkaitan, tetapi mengukur hal yang berbeda sehingga parfum yang tahan lama belum tentu memiliki aroma yang menyebar kuat.

Sillage menggambarkan jejak aroma yang tertinggal di udara ketika pemakai bergerak atau berpindah tempat. Parfum dengan sillage kuat dapat meninggalkan aroma yang masih tercium sesaat setelah pemakainya melewati suatu area.

Sementara itu, projection menunjukkan seberapa jauh aroma parfum menyebar dari tubuh dan dapat tercium oleh orang di sekitarnya. Parfum dengan projection tinggi cenderung lebih mudah dikenali dari jarak tertentu, sedangkan projection rendah membuat aroma lebih dekat dengan kulit.

Adapun longevity adalah lamanya aroma parfum tetap terdeteksi setelah digunakan. Ketahanan ini dapat berbeda-beda, bergantung pada formula, bahan pewangi, kondisi kulit, suhu lingkungan, dan cara pemakaian.

Memahami SPL membantu kamu menentukan parfum sesuai kebutuhan. Untuk aktivitas kantor atau ruang tertutup, misalnya, parfum dengan longevity baik tetapi projection terkendali bisa lebih sesuai dibandingkan wewangian yang menyebar terlalu kuat.

Jenis Parfum Berdasarkan Tingkat SPL

1. Extrait de Parfum

Extrait de Parfum atau parfum ekstrak umumnya memiliki konsentrasi bahan pewangi sekitar 20–40 persen. Konsentrasi ini membuatnya sering dipilih oleh pencinta parfum yang mengutamakan ketahanan aroma.

Aromanya dapat bertahan berjam-jam, bahkan lebih dari 12 jam pada formula tertentu. Meski demikian, konsentrasi tinggi tidak otomatis membuat projection dan sillage selalu paling kuat karena karakter bahan serta komposisi parfum turut menentukan performanya.

2. Eau de Parfum (EDP)

Eau de Parfum umumnya memiliki konsentrasi bahan pewangi sekitar 15–20 persen. Jenis ini menawarkan keseimbangan antara intensitas aroma dan ketahanan sehingga dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari maupun acara khusus.

Ketahanan EDP sering berada pada kisaran beberapa jam hingga sekitar 8 jam atau lebih, bergantung pada formulanya. Karena karakter setiap produk berbeda, sebaiknya parfum dicoba langsung sebelum membeli.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com