Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:06 WIB
Dari kiri, Senior Vice President BCA Rita Christina, Head of Partnership and PR Treasury Anang Samsudin, Head of PR and Corporate Communication Bibit dan Stockbit William, Market Head Southeast Asia Julius Baer Andrew Lew, dan Fair Director Art Jakarta Tom Tandio saat konferensi pers Art Jakarta 2026 di Hall C1, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Art Jakarta 2026 kembali mempertemukan pelaku seni dari Indonesia dan mancanegara. Tahun ini, pameran seni kontemporer yang digelar di Hall C1, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara, menghadirkan 75 galeri, termasuk 33 galeri internasional.

Art Jakarta 2026 berlangsung pada 2 - 4 Oktober 2026. Kehadiran galeri dari berbagai negara memperluas ruang pertemuan antara seniman, galeri, kolektor, komunitas, dan publik dalam ekosistem seni kontemporer.

Fair Director Art Jakarta Tom Tandio mengatakan, partisipasi galeri internasional menjadi bagian dari upaya Art Jakarta memperluas jangkauan dan koneksi dalam ekosistem seni Indonesia.

"Art Jakarta mempertemukan 75 galeri, termasuk 33 galeri internasional, yang melengkapi presentasi dari galeri lokal. Angka ini mencerminkan komitmen kami untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan," ujar Tom.

Kehadiran galeri internasional juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat karya dan perkembangan seni kontemporer dari berbagai negara. Di sisi lain, partisipasi galeri dan seniman dari Indonesia membuka ruang interaksi dengan jaringan seni yang lebih luas.

Pengalaman itu diperkuat melalui sejumlah kolaborasi yang hadir sepanjang Art Jakarta 2026. Salah satunya datang dari Julius Baer yang kembali menjadi Lead Partner Art Jakarta untuk kelima kalinya.

Instalasi Lost at Sea karya Endry Pragusta dalam gelaran Art Jakarta 2026 di Hall C1, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Market Head Southeast Asia Julius Baer, Andrew Lew mengatakan, seni menjadi salah satu medium bagi Julius Baer untuk membangun hubungan dengan klien, karyawan, dan komunitas.

"Kami percaya seni membantu kami terhubung dengan orang-orang, klien, karyawan, serta komunitas di sekitar kami," ujar Andrew.

Pada Art Jakarta 2026, Julius Baer berkolaborasi dengan seniman kontemporer Indonesia Handiwirman Saputra. Karya Handiwirman ditampilkan di Julius Baer VIP Lounge sebagai bagian dari pengalaman seni yang dihadirkan selama pameran.

Kolaborasi lain hadir melalui Bibit dan Stockbit yang kembali berpartisipasi dalam Art Jakarta untuk kelima kalinya. Kehadiran Bibit dan Stockbit juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif seni dan investasi dalam satu ruang.

Head of PR and Corporate Communication Bibit dan Stockbit William mengatakan, seni dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat berbagai perspektif secara lebih terbuka.

Dalam Art Jakarta 2026, Bibit dan Stockbit berkolaborasi dengan seniman sekaligus educator asal Yogyakarta, Endry Pragusta. Karya School of Medusa II menjadi bagian dari kolaborasi yang dihadirkan dalam pameran.

William juga menyoroti pentingnya menjaga ruang berkesenian sebagai ruang untuk berekspresi.

"Ruang-ruang berkesenian itu adalah ruang-ruang yang bebas untuk berekspresi. Kita tidak ingin mencampuradukkan dengan sistem yang lain," kata William.

Sementara itu, Treasury menghadirkan kolaborasi seni yang mengajak pengunjung melihat kembali makna nilai dan investasi melalui pengalaman yang lebih imersif.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com