Profil Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Masuk Bursa Kuat Calon Panglima TNI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:55 WIB
Profil Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menanggapi santai isu calon Panglima TNI di Istana Kepresidenan Jakarta pada Oktober 2026.
  • Maruli Simanjuntak merupakan perwira tinggi lulusan Akmil 1992 yang dilantik Presiden Joko Widodo sebagai KSAD pada November 2023.
  • Aturan perundang-undangan menyatakan bahwa posisi Panglima TNI dapat diisi oleh perwira tinggi aktif yang menjabat kepala staf.

Suara.com - Nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjadi sorotan setelah dirinya dikaitkan dengan isu calon Panglima TNI berikutnya.

Maruli menanggapi kabar tersebut dengan santai dan menyebut seluruh kepala staf angkatan memiliki peluang untuk menjadi calon panglima sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026, ketika ditanya mengenai namanya yang masuk dalam perbincangan pergantian pimpinan TNI.

Dengan pengalaman panjang di sejumlah jabatan strategis TNI Angkatan Darat, perjalanan karier Maruli menjadi salah satu hal yang menarik untuk ditelusuri di tengah munculnya isu tersebut.

Profil Maruli Simanjuntak

Maruli Simanjuntak lahir di Bandung pada 27 Februari 1970. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 yang mengawali pengabdiannya melalui kecabangan infanteri, termasuk di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.

Maruli juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh yang pernah menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.

Perjalanan karier Maruli di lingkungan militer turut ditandai oleh penugasan di berbagai satuan operasi, komando, pendidikan, serta pengamanan presiden.

Ia mencapai posisi KSAD pada usia 53 tahun setelah menempati sejumlah jabatan komando penting. Presiden ke-7 RI Joko Widodo melantik Maruli sebagai KSAD pada 29 November 2023, menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang saat itu menjadi Panglima TNI.

Rekam Jejak Karier

Karier Maruli mulai memasuki jabatan komando pada 2002 saat dipercaya sebagai Komandan Detasemen Tempur Cakra. Tiga tahun kemudian, ia kembali bertugas di Kopassus sebagai Perwira Bantuan Madya Operasi hingga 2008.

Setelah itu, Maruli menjalani berbagai penugasan, antara lain Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus, Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus, Wakil Komandan Grup 1 Para Komando, serta Komandan Grup 2 Kopassus. Pengalaman tersebut memperluas rekam jejaknya di bidang operasi dan kepemimpinan satuan.

Pada 2014, Maruli dipercaya menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), satuan yang bertugas memberikan pengamanan langsung kepada presiden. Ia kemudian menjabat Komandan Korem 074/Warastratama di Surakarta dan Wakil Komandan Paspampres.

Kariernya berlanjut ke posisi Komandan Paspampres pada 2018. Pada jabatan tersebut, pangkatnya naik menjadi mayor jenderal.

Maruli selanjutnya dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana pada 2020 hingga 2022 sebelum ditunjuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Januari 2022 dengan pangkat letnan jenderal.

Puncak kariernya di TNI AD sejauh ini adalah jabatan KSAD yang mulai diemban pada November 2023. Pengalaman sebagai pimpinan satuan, pangdam, pangkostrad, hingga kepala staf menjadi bagian penting dari rekam jejak Maruli ketika namanya dikaitkan dengan posisi Panglima TNI.

Tanggapan Maruli soal Jadi Calon Panglima TNI

Menanggapi isu yang menghubungkan dirinya dengan posisi Panglima TNI, Maruli menyatakan bahwa semua kepala staf angkatan dapat disebut sebagai calon berdasarkan aturan yang berlaku.

“Ya enggak apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, (7/10/2026).

Ia juga mengaku tidak terlalu memikirkan kabar yang mengaitkan namanya dengan pergantian pimpinan TNI. 

Selain KSAD, dua kepala staf angkatan lainnya adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com