Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:17 WIB
Ilustrasi event lari. (Pexels/Egor Komarov)
BACA 10 DETIK
  • Insiden pelari menerobos pembatas Cut-Off Point (COP) di JRF 2026 viral dan menuai kritik.
  • Pelari bernama Muldan meminta maaf atas tindakannya yang dinilai tidak sportif.
  • Insiden tersebut membuat publik banyak mencari tahu soal Cut-Off Point dalam event lari. Apa itu?

Suara.com - Istilah Cut Off Point (COP) menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan sejumlah pelari dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 viral di media sosial.

Pada Sabtu (24/10/2026), sejumlah peserta kategori half marathon terlihat menerobos pagar pembatas ketika petugas memberlakukan batas waktu di titik tersebut.

Salah satu pelari yang menjadi perhatian adalah Muldan. Videonya menerobos pembatas dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas menuai kritik warganet.

Dalam klarifikasinya, Muldan menyampaikan permintaan maaf, mengakui tindakannya tidak mencerminkan sportivitas, serta menyatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan introspeksi.

Peristiwa ini turut memunculkan pertanyaan mengenai fungsi COP dan alasan penyelenggara menerapkan batas waktu di tengah lintasan.

Padahal, aturan tersebut bukan sekadar pembatas bagi peserta, melainkan bagian dari sistem pengelolaan lomba yang berkaitan dengan keselamatan pelari dan kelancaran acara.

Lantas, apa itu Cut-Off Point dalam event lari? Memahami istilah ini penting bagi pelari, terutama sebelum mengikuti lomba jarak jauh seperti half marathon maupun marathon.

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari?

Merangkum laman Human Potential Running dan sumber lainnya, Cut-Off Point atau COP adalah titik tertentu di sepanjang rute lomba yang memiliki batas waktu untuk dilewati peserta.

Titik ini biasanya berada di lokasi atau kilometer yang telah ditentukan panitia, misalnya KM 5, KM 10, atau pos pemeriksaan lainnya.

Peserta harus mencapai titik tersebut sebelum batas waktu yang ditetapkan agar dapat melanjutkan perlombaan.

Jika pelari tidak berhasil melewati COP sesuai jadwal, petugas dapat menghentikan mereka dari perlombaan.

Peserta yang terkena aturan ini umumnya diarahkan keluar dari lintasan atau menuju kendaraan evakuasi, sesuai prosedur penyelenggara. Status hasil lombanya juga mengikuti peraturan resmi yang berlaku pada acara tersebut.

Penerapan COP memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, aturan ini membantu penyelenggara mengatur arus peserta agar tidak terlalu tertinggal dari jadwal.

Kedua, COP berkaitan dengan pengaturan penggunaan jalan, jadwal kerja petugas dan relawan, serta ketersediaan dukungan medis selama lomba berlangsung.

Ilustrasi lomba lari (unsplash.com/Victoire Joncheray)

Dengan demikian, batas waktu di setiap titik bukan hanya persoalan kecepatan, tetapi juga pengelolaan keselamatan dan operasional acara.

Agar tidak terkena COP, pelari sebaiknya mempelajari race guide sebelum hari perlombaan, termasuk lokasi checkpoint, jam penutupan, dan ketentuan waktu yang digunakan panitia.

Pelari juga perlu menyesuaikan target pace dengan kemampuan fisik serta memperhitungkan waktu istirahat.

Jika petugas meminta peserta berhenti karena batas waktu telah terlewati, ikuti instruksi yang berlaku dan utamakan keselamatan daripada memaksakan diri melanjutkan lomba.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com