- Moisturizer membantu menjaga kelembapan kulit, membuatnya terasa lebih lembut, dan mendukung fungsi lapisan pelindung kulit.
- Frekuensi pemakaian pelembap yang tepat perlu diketahui, termasuk apakah cukup sekali atau perlu dua kali sehari.
- Cara mengaplikasikan moisturizer dan memilih produk sesuai kebutuhan kulit penting untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan nyaman.
Pilih produk berlabel non-comedogenic, terutama jika kulit juga rentan berjerawat. Hindari menggunakan produk terlalu banyak apabila membuat wajah terasa semakin berat atau berminyak.
3. Kulit kombinasi
Kulit kombinasi memiliki area yang cenderung berminyak dan bagian lain yang terasa kering. Gunakan moisturizer pagi dan malam dengan tekstur ringan, lalu sesuaikan jumlah pemakaian berdasarkan kebutuhan setiap area wajah.
4. Kulit sensitif
Pemilik kulit sensitif juga perlu menggunakan pelembap secara rutin untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit.
Pilih produk dengan formula sederhana, bebas pewangi, dan mengandung bahan seperti ceramide yang membantu mendukung fungsi pelindung kulit.
Jika kulit terasa sangat kering, moisturizer bisa digunakan kembali pada siang hari. Namun, jika muncul rasa perih, kemerahan, atau iritasi setelah pemakaian, hentikan penggunaan produk dan pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit.
Tips Memilih Moisturizer Sesuai Jenis Kulit
Selain mengetahui frekuensi pemakaiannya, kamu perlu memilih moisturizer yang sesuai dengan kondisi kulit.
Mengutip Real Simple, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum membeli pelembap.
1. Pilih tekstur yang sesuai
Tekstur moisturizer berpengaruh terhadap kenyamanan saat digunakan. Kulit berminyak umumnya lebih cocok dengan gel atau losion ringan, sedangkan kulit kering dapat mempertimbangkan krim yang lebih kaya.
Untuk kulit kombinasi, pelembap bertekstur ringan bisa menjadi pilihan awal. Sementara itu, pemilik kulit sensitif sebaiknya mengutamakan formula yang sederhana dan minim bahan berpotensi mengiritasi.
2. Perhatikan kandungan pelembap
Setiap bahan pelembap memiliki fungsi berbeda. Gliserin dan hyaluronic acid membantu menarik air ke kulit, emolien membantu melembutkan permukaan kulit, sedangkan bahan oklusif membantu mengurangi kehilangan kelembapan.
Untuk kulit kering, kamu bisa mempertimbangkan produk yang mengandung gliserin, shea butter, atau hyaluronic acid. Sementara itu, ceramide dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga fungsi lapisan pelindung kulit.
3. Utamakan produk non-comedogenic untuk kulit berminyak
Jika kulitmu berminyak atau rentan berjerawat, periksa apakah produk mencantumkan label non-comedogenic. Label ini menunjukkan bahwa produk diformulasikan agar tidak mudah menyumbat pori-pori, meskipun kecocokan setiap orang tetap bisa berbeda.
4. Aplikasikan saat kulit masih sedikit lembap
Real Simple menyarankan penggunaan moisturizer pada kulit yang masih sedikit lembap setelah mencuci wajah.
Caranya, tepuk wajah dengan handuk secara perlahan tanpa menghilangkan seluruh kelembapan, kemudian aplikasikan pelembap.
Gunakan gerakan lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras. Oleskan secara merata pada wajah dan leher agar area tersebut turut mendapatkan kelembapan.
5. Sesuaikan dengan cuaca dan kondisi kulit
Kebutuhan pelembap dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan. Saat cuaca panas dan lembap, produk bertekstur ringan mungkin terasa lebih nyaman, sedangkan kulit bisa membutuhkan pelembap yang lebih kaya ketika udara dingin atau kering.
6. Jangan lewatkan sunscreen pada pagi hari
Moisturizer membantu menjaga kelembapan kulit, tetapi tidak selalu memberikan perlindungan yang memadai terhadap sinar ultraviolet.
Karena itu, lengkapi rutinitas pagi dengan sunscreen setelah menggunakan pelembap, sesuai petunjuk pemakaian produk.
Kesimpulannya, moisturizer umumnya sebaiknya digunakan dua kali sehari, yaitu pagi dan malam setelah membersihkan wajah.
Jika kulit terasa sangat kering, kamu bisa menambah pemakaian sesuai kebutuhan, sembari memilih tekstur dan kandungan yang cocok dengan jenis kulit.