Kepala BMKG Merapat ke Istana, Bawa Laporan Karhutla dan Siaga Bencana Hidrometeorologi

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:29 WIB
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (tangkap layar)
BACA 10 DETIK
  • Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (26/10/2026).
  • Pertemuan tersebut membahas laporan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta persiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
  • Dampak fenomena El Nino menyebabkan musim hujan di Indonesia mundur selama 20 hingga 30 hari.

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyiapkan sejumlah laporan, termasuk perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah laporan tersebut dibawa Faisal saat memenuhi panggilan Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta, siang ini. Ia mengaku belum mengetahui detail maksud Kepala Negara meminta dirinya menghadap ke Istana.

"Belum, saya baru tiba untuk rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas. Kami juga sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan karhutla dan bagaimana penanganannya ke depan, kemudian persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi," kata Faisal di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10/2026).

Faisal menyampaikan musim hujan secara rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua sampai tiga desarian atau sekitar 20 hingga 30 hari akibat pengaruh El Nino.

"Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal. Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang. Namun, banyak hal yang akan dibahas. Saya juga akan memastikan kembali nanti setelah rapat selesai," kata Faisal.

Mengenai musim hujan, Faisal menyampaikam sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November hingga Desember.

Sedangkan puncaknya diperkirakam terjasi pada Desember, Januari, dan Februari.

"Ini yang perlu kita waspadai karena sifat hujannya normal, artinya berdasarkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir, jumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek. Untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu kita waspadai bersama," kata Faisal.

Selain Kepala BMKG, terlihat Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang turut hadir menghadap Prabowo di Istana, siang ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com