- Trader harian memantau arus transaksi jangka pendek menggunakan rangkuman aktivitas sekuritas di pasar modal.
- Bursa Efek Indonesia menutup kode broker sejak Desember 2021 untuk mencegah risiko spekulasi dan manipulasi harga.
- Publik dapat mengakses rangkuman aktivitas sekuritas secara penuh setelah sesi perdagangan saham berakhir pukul 15.15 WIB.
Suara.com - Broker summary atau rangkuman aktivitas sekuritas menjadi salah satu instrumen yang dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal, khususnya trader harian, untuk memantau arus transaksi saham jangka pendek. Kendati demikian, fitur ini pada dasarnya berfungsi sebagai penunjang analisis dan memiliki risiko operasional tersendiri jika dijadikan satu-satunya acuan transaksi.
Fungsi Utama Rangkuman Broker
Dalam aktivitas perdagangan saham, broker summary menyajikan data rekapitulasi transaksi beli (buy) dan jual (sell) yang dilakukan oleh seluruh anggota bursa atau perusahaan sekuritas.
Berikut beberapa fungsi utama broker summary bagi pelaku pasar:
- Identifikasi Pembeli dan Penjual Utama: Menampilkan daftar sekuritas dengan volume transaksi terbesar, baik dari kategori domestik maupun asing.
- Mengukur Kekuatan Beli dan Jual: Mengukur tingkat permintaan dan penawaran suatu saham berdasarkan harga rata-rata transaksi harian.
- Konfirmasi Analisis Teknikal: Mengonfirmasi sinyal beli yang dihasilkan dari indikator grafik melalui ada atau tidaknya dukungan akumulasi dana dari sekuritas tertentu.
Risiko dan Keterbatasan Penggunaan
Meskipun memberikan gambaran pergerakan harga jangka pendek, penggunaan broker summary secara berlebihan memiliki sejumlah keterbatasan:
- Pola transaksi antar-sekuritas bergerak fleksibel, sehingga aksi akumulasi pada awal perdagangan dapat berbalik menjadi aksi pelepasan saham dalam kurun waktu singkat.
- Mengandalkan data transaksi sekuritas semata berisiko terjebak oleh fluktuasi harga sementara yang tidak mencerminkan tren pasar secara menyeluruh.
Analis pasar modal menyarankan trader harian untuk tetap menjadikan analisis teknikal sebagai kompas utama dalam mengukur psikologi pasar dan arah tren, sementara investor jangka panjang berfokus pada analisis fundamental kinerja perusahaan.
Guna memitigasi risiko spekulasi berlebihan dan praktik dorongan harga berbasis rumor (pom-pom), Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerapkan kebijakan penutupan kode broker selama jam perdagangan aktif yang berlaku sejak 6 Desember 2021.
Melalui kebijakan tersebut, informasi mengenai kode sekuritas yang melakukan pembekuan transaksi tidak ditampilkan secara real-time sepanjang jam bursa.
Rangkuman broker baru dapat diakses secara penuh oleh publik setelah sesi perdagangan berakhir pada pukul 15.15 WIB. Langkah ini diterapkan BEI untuk mendorong transaksi saham yang lebih objektif berdasarkan analisis teknikal dan fundamental yang rasional.