- Sebanyak 36,8 persen pelaku UMKM di Indonesia telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk pemasaran dan layanan pelanggan.
- Survei Lalamove tahun 2026 mencatat sebanyak 50,5 persen responden merasa optimistis terhadap prospek bisnis nasional pada tahun 2027.
- Sekitar 60,7 persen responden menyatakan peningkatan kebutuhan layanan pengiriman barang ke beberapa titik tujuan yang berbeda.
Selain itu, 34,3 persen responden menyebut peningkatan jumlah pesanan pelanggan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan pengiriman.
Pemasaran dan Modal Masih Dibutuhkan
Pengembangan bisnis UMKM tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi dan kelancaran pengiriman. Dukungan pemasaran, akses pembiayaan, serta kesempatan memperluas jejaring bisnis juga menjadi kebutuhan pelaku usaha.
Dalam survei yang sama, sebanyak 21,9 persen responden menilai dukungan pemasaran dan promosi bermanfaat bagi pengembangan usaha.
Berikutnya, 20,4 persen responden menyoroti akses pembiayaan, sedangkan 14,4 persen menilai peluang membangun jejaring bisnis sebagai bentuk dukungan yang dibutuhkan.
Di sisi operasional, Lalamove menyediakan layanan pengiriman sesuai kebutuhan pengguna, termasuk pengiriman ke beberapa tujuan dan layanan di luar jam operasional.
Beragam kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan pemasaran dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga efisiensi serta menyesuaikan operasional dengan permintaan pelanggan.