Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi mesin cuci. (Magnific)
BACA 10 DETIK
    • Pakaian yang terkena najis dapat disucikan menggunakan mesin cuci.
    • Syaratnya bentuk fisik, warna, dan bau najis harus dibersihkan terlebih dahulu secara manual.
    • Hindari penggunaan deterjen pada bilasan pertama karena air murni harus membasuh najis terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan pencucian biasa.

Suara.com - Mencuci pakaian menggunakan mesin cuci kini sudah menjadi rutinitas harian di banyak rumah tangga.

Namun, bagi umat Muslim, ada hal penting yang sering menjadi pertanyaan: bagaimana cara mencuci baju yang terkena najis dengan mesin cuci agar benar-benar suci dan sah digunakan untuk beribadah?

Dalam ilmu fiqih, pakaian yang terkena najis (seperti air kencing, kotoran anak, darah, atau najis lainnya) harus disucikan dengan kaidah hukum Islam.

Jangan sampai niat kita membersihkan pakaian justru malah meratakan najis ke seluruh pakaian lain di dalam mesin cuci.

Berikut adalah panduan dan langkah-langkah praktis menyucikan pakaian bernajis menggunakan mesin cuci sesuai kaidah syariat, dilansir dari laman NU. 

Prinsip Utama Menyucikan Najis dalam Fiqih

Secara umum, dalam fiqih Syafi'iyah, air yang berada dalam penampungan mesin cuci biasanya berjumlah kurang dari dua qullah (sekitar 216 liter). Oleh karena itu, berlaku dua prinsip dasar penyucian:

Air yang mendatangi najis (air disiramkan ke pakaian): Air tersebut dapat menyucikan pakaian.

Najis yang mendatangi air (pakaian najis dimasukkan ke dalam air yang diam): Air tersebut akan menjadi musta'mal atau bahkan mutanajjis (terkontaminasi najis) jika jumlah airnya sedikit.

Selain itu, tiga sifat najis yaitu warna, bau, dan rasa ('ainiyah), harus hilang terlebih dahulu.

Langkah-Langkah Mencuci Pakaian Najis di Mesin Cuci

Untuk mengambil sikap ihtiyath (berhati-hati) dan memastikan pakaian benar-benar suci, ikuti tahapan berikut:

1. Hilangkan Wujud Najis Terlebih Dahulu (Inqida' 'Ainin Najasah)

Sebelum memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci, bersihkan dan bilas bagian yang terkena najis dengan air mengalir secara manual. Pastikan bentuk fisik, warna, dan bau najisnya sudah hilang.

2. Dahulukan Memasukkan Pakaian, Baru Dialiri Air

Jika mencuci pakaian bernajis di mesin cuci:

  • Masukkan pakaian bernajis yang sudah dibersihkan wujud najisnya ke dalam tabung mesin cuci yang masih kosong.
  • Setelah itu, alirkan air mutlak (air bersih/suci) hingga merendam pakaian.
  • Teknik aliran air ini memenuhi prinsip "air mendatangi pakaian", sehingga status air dan pakaian tetap suci.

3. Bilasan Pertama Menggunakan Air Murni (Tanpa Deterjen)

Jangan langsung mencampurkan deterjen saat pertama kali memasukkan air. Deterjen bukanlah alat penyuci najis, melainkan pembersih kotoran biasa.

Bilaslah terlebih dahulu pakaian dengan air mutlak hingga merata untuk memastikan proses penyucian (tathhir) telah terjadi secara sempurna.

4. Lanjutkan Proses Mencuci dengan Deterjen seperti Biasa

Setelah bilasan air penyuci dibuang, masukkan deterjen dan operasikan mesin cuci seperti biasa. Mesin cuci otomatis modern yang mengisi air, membilas, dan membuang air secara berkala sangat memudahkan proses penyucian ini karena air selalu berganti dengan aliran air baru.

Mencuci pakaian yang terkena najis menggunakan mesin cuci hukumnya diperbolehkan dan dapat menjadi suci, asalkan memahami tata caranya.

Kuncinya adalah membuang wujud najisnya terlebih dahulu, mendahulukan pakaian daripada air, dan tidak mencampur deterjen pada tahap penyucian awal. Dengan menerapkan cara di atas, pakaian Anda tidak hanya bersih dan wangi, tetapi juga suci dan sah digunakan untuk melaksanakan ibadah shalat sehari-hari.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com