- Sebanyak 1.128 pelajar dari berbagai sekolah berkumpul di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
- Mereka mengikuti kompetisi renang yang tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
- Kompetisi tersebut meraih rekor MURI untuk kategori “Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari”.
Suara.com - Sebanyak 1.128 pelajar dari berbagai sekolah berkumpul di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Mereka mengikuti kompetisi renang yang tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Kompetisi tersebut meraih rekor MURI untuk kategori “Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari”. Pesertanya berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA), dengan total 41 nomor lomba yang dipertandingkan.
Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, mengatakan pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang jumlah peserta, melainkan juga karya yang dihasilkan oleh anak muda Indonesia melalui penyelenggaraan kompetisi.
“Tentunya rekor pada hari ini bukan serta-merta karena sebuah angka, karena sejatinya MURI melihat sebuah karya terbaik yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi renang kali ini. Di samping itu juga, ini adalah sebuah sarana maupun wadah untuk mencari talenta-talenta muda, perenang-perenang nasional, yang akan dimulai dari penyelenggaraan BINUS CUP ke-11 Swimming,” ujar Awan.
Menariknya, kompetisi tersebut merupakan inisiatif siswa-siswi BINUS SCHOOL Simprug bersama Pengkot Akuatik Indonesia Jakarta Selatan. Para siswa tidak hanya menggagas kegiatan, tetapi juga terlibat langsung dalam mengorganisasi dan menyelenggarakannya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.
Ketua BINUS CUP XI Swimming, Sebastian, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini memiliki dua tujuan. Pertama, mendukung pembibitan atlet muda sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak, termasuk yang baru pertama kali mengikuti lomba, untuk merasakan arena pertandingan seperti atlet nasional di Gelora Bung Karno.
“Kedua, kami ingin membuktikan bahwa anak muda, jika diberikan kepercayaan, bisa membuat sesuatu yang berdampak besar. Dan siswa itu bisa berprestasi di akademik dan nonakademik sekaligus, tidak harus memilih salah satu,” ujar Sebastian.
Tahun ini juga menjadi pertama kalinya cabang renang masuk dalam rangkaian BINUS CUP. Melalui kesempatan tersebut, pendaftaran dibuka secara luas agar lebih banyak pelajar dari berbagai sekolah dapat menunjukkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Dari sisi teknis, perlombaan menggunakan 10 lintasan dengan sistem heat atau kelompok pertandingan, serta didukung teknologi pencatatan waktu elektronik ALGE. Peserta dibagi menjadi empat kelompok umur, yaitu SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP kelas 1–3, dan SMA kelas 1–3.
Penyelenggaraan kompetisi berskala besar ini juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi siswa yang terlibat sebagai panitia. Mereka harus mengoordinasikan persiapan acara, menjalin komunikasi dengan sekolah dan klub renang, serta membagi waktu antara tanggung jawab penyelenggaraan dan kegiatan akademik.
Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Aaron Wise, mengapresiasi Sebastian dan teman-temannya yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sekolah mendukung siswa untuk berani memiliki cita-cita besar.
“Kami mendorong para siswa untuk berani bermimpi besar dan memiliki ambisi yang tinggi. Selanjutnya, sudah menjadi tugas BINUS SCHOOL Simprug untuk memberikan dukungan penuh agar para siswa dapat mewujudkan impian mereka,” ungkap Aaron.
Pencapaian ini memperlihatkan bagaimana inisiatif pelajar dapat berkembang menjadi kegiatan berskala besar melalui kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan olahraga, berorganisasi, dan mengambil tanggung jawab di luar kegiatan akademik.