- Lari merupakan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, paru-paru, dan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
- Muncul anggapan bahwa kebiasaan berlari dapat membuat wajah kendur dan tampak lebih tua, yang dikenal dengan istilah runner's face.
- Kondisi tersebut digambarkan melalui wajah yang lebih tirus, cekung, atau berkerut dan diduga berkaitan dengan gerakan berulang, paparan sinar matahari, serta penurunan berat badan.
Jika seseorang kehilangan banyak lemak tubuh, volume lemak di area wajah juga dapat berkurang sehingga pipi terlihat lebih tirus atau cekung.
Faktor lainnya adalah paparan sinar ultraviolet (UV). Pelari yang sering berolahraga di luar ruangan berisiko terpapar sinar matahari dalam waktu lama, terutama jika tidak menggunakan perlindungan kulit yang memadai.
Paparan UV berlebih dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin, dua komponen yang berperan dalam menjaga kekencangan serta elastisitas kulit.
Verywell Health juga menjelaskan bahwa olahraga kardio secara teratur justru berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.
Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sementara beberapa penelitian yang dibahas dalam artikel tersebut mengaitkan olahraga daya tahan dengan berkurangnya proses glikasi yang berhubungan dengan penuaan.
Penjelasan hampir serupa juga pernah disampaikan oleh Dokter Tirta Mandira Hudhi dalam siaran langsung Instagramnya yang kemudian dibagikan ulang ke akun pribadi.
"Pertanyaan yang sering ditanyakan netizen. 'Apakah kalau berlari muka itu akan longsor?'. Apa yang dikatakan mereka itu tidak salah, tapi ada konteksnya. (Itu terjadi) Jika mileage (total jarak lari) sangat tinggi, misalkan di atas 150 km per minggu," jelas Dokter Tirta, dilansir pada Sabtu, 7 November 2026.
"Itu olahraganya sudah di atas 130 menit. Itu memang fat-nya akan turun sekali. Ketika fat-nya turun, itu kulit cenderung agak kendur. Dan itu bukan hanya di muka, tapi seluruh tubuh. Apalagi mereka larinya akan berjam-jam di bawah sinar matahari," imbuhnya.
Lantas, bagaimana cara menjaga kulit wajah agar tetap sehat meski rutin berlari? Salah satu langkah penting adalah menggunakan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Verywell Health menyarankan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan perlindungan spektrum luas, serta mengulang pemakaian sesuai kebutuhan, terutama ketika banyak berkeringat.
Selain itu, pelari dapat menggunakan topi atau pelindung kepala untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Memilih waktu berlari ketika intensitas sinar matahari tidak terlalu kuat juga bisa menjadi langkah tambahan untuk melindungi kulit.
Healthline turut menyarankan agar pelari menjaga kelembapan kulit setelah berolahraga dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Asupan air yang cukup membantu menjaga hidrasi, sedangkan penggunaan pelembap dapat mendukung kondisi lapisan pelindung kulit.
Pada akhirnya, lari bukan penyebab langsung wajah menjadi kendur atau mengalami penuaan dini. Perubahan penampilan wajah pada pelari lebih mungkin dipengaruhi oleh penurunan lemak tubuh, paparan sinar UV, serta faktor usia.
Karena itu, olahraga lari tetap dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran, dengan tetap memperhatikan perlindungan kulit dan kebutuhan tubuh.