- Verifikasi biometrik JMO menggunakan teknologi pengenalan wajah.
- Pencahayaan minim dan posisi wajah keliru bisa menyebabkan kegagalan.
- Ada lima cara untuk mengatasi verifikasi wajah yang gagal.
Suara.com - Gagal verifikasi wajah biometrik di aplikasi JMO bisa dialami peserta BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan pengkinian data maupun mengajukan klaim.
Penyebabnya cukup beragam, mulai dari pencahayaan yang kurang memadai, posisi wajah tidak tepat, hasil swafoto buram, hingga koneksi internet yang tidak stabil. Gangguan pada sensor pengenalan wajah di ponsel juga dapat memengaruhi keberhasilan proses tersebut.
Lebih lanjut, melansir informasi dari situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, verifikasi biometrik sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam pengkinian data atau e-KYC melalui JMO.
Lantas, bagaimana cara mengatasi gagal verifikasi wajah biometrik di aplikasi JMO? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.
Aplikasi JMO merupakan layanan digital BPJS Ketenagakerjaan yang memudahkan peserta mengakses berbagai informasi kepesertaan, memperbarui data, hingga mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).
Apa Itu Verifikasi Biometrik di Aplikasi JMO?
Verifikasi biometrik merupakan proses pemeriksaan identitas peserta BPJS Ketenagakerjaan menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa orang yang mengakses layanan benar-benar sesuai dengan identitas peserta yang terdaftar.
Dalam proses pengkinian data melalui aplikasi JMO, verifikasi biometrik berada pada tahap ketiga setelah peserta memperbarui dan memeriksa data.
Keberhasilan proses tersebut menandakan bahwa informasi terbaru peserta telah tersimpan dalam basis data BPJS Ketenagakerjaan.
Pembaruan data ini juga berkaitan dengan kemudahan pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Data yang sudah diperbarui dapat membantu mengurangi kendala administratif ketika peserta mengakses layanan dan mengajukan pencairan manfaat.
Penyebab Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO
Sebelum mencoba memperbaiki kegagalan verifikasi wajah, peserta perlu mengetahui beberapa faktor yang dapat menghambat proses tersebut. Berikut penyebab yang perlu diperhatikan.
1. Pencahayaan Kurang Memadai
Kondisi ruangan yang terlalu gelap atau minim cahaya dapat membuat sistem kesulitan mengenali wajah. Akibatnya, hasil swafoto tidak terbaca dengan baik dan proses verifikasi biometrik berpotensi gagal.
2. Posisi Wajah Tidak Tepat
Arah wajah yang terlalu miring atau tidak menghadap langsung ke kamera juga bisa menghambat pengenalan biometrik. Selain itu, kacamata, topi, maupun rambut yang menutupi sebagian wajah dapat mengganggu proses identifikasi.