LINIMASA - Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang hingga proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Sebelum bernama Indonesia, rupanya negeri kita memiliki 8 nama berbeda yang wajib diketahui.
Dilansir dari kanal YouTube Angka & Data Channel, berikut 8 nama Indonesia sebelum merdeka, mulai dari makna hingga sejarahnya.
1. Dwipantara tahun 78 Masehi
Nama Indonesia pertama kali ialah Dwipantara. Nama ini terdapat dalam catatan kuno bangsa India.
Seperti yang kita ketahui, dahulu Indonesia memiliki banyak kerajaan yang berasal dari Agama Hindu. Di mana agama tersebut berasal dari India dan pertama kali masuk ke Indonesia tahun 8 Masehi.
Dwipantara sendiri terdiri dari dua kata bahasa sansekerta, yakni dwipa berarti pulau dan antara berarti luas atau sebrang. Sehingga Dwipantara dapat diartikan dengan kepulauan tanah seberang.
2. Nusantara tahun 1336
Setelah berabad-abad kemudian nama Dwipantara berubah menjadi Nusantara. Kala itu, Nusantara terkenal sebagai sumber rempah-rempah.
Sebutan Nusantara pertama kali digunakan pada masa kerajaan Majapahit. Hal tersebut dapat dilihat dari isi Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1336.
Pada masa kerajaan Majapahit, wilayah Nusantara meliputi seluruh Nusantara dengan politik luar negerinya bersemboyan Mitreka Satata yang artinya persahabatan dengan tetangga. Hal itu dikuatkan dan tercatat dalam buku Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca.
Mahapatih Gajah Mada sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di zaman kerajaan Majapahit juga menjadi pelopor yang mempersatukan kembali seluruh Nusantara yang pernah terpecah-pecah kurang lebih 3 abad dari tahun 1293 hingga 1520.
Walau nama Nusantara tidak dipakai lagi secara resemi, namun hingga saat ini nama tersebut sering kali diucapkan sebagai julukan bagi bangsa Indonesia.
3. Hindia tahun 1497
Nusantara kemudian berganti nama menjadi Hindia pada tahun 1947 setelah kedatangan bangsa Eropa. Nama tersebut diberikan khusus oleh seorang penjelajah asal Portugis, Vasco da Gama yang menemukan kepulauan Indonesia pada abad ke-15.
Kala itu tahun 1947, Vasco da Gama mulai pergi mencari rempah-rempah dari Eropa melalui India. Hingga ia pun menemukan gugusan kepulauan yang kemudian diberi nama Hindia.
Nama Hindia dipilih karena sesuai dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Adapun nama Hindia sendiri pertama kali diciptakan oleh Herodotus, ahli sejarah asal Yunani.
4. Hindia Belanda tahun 1596
Pada tahun 1596, bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan wilayah Hindia di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Hindia pun berubah menjadi Hindia Belanda.
Penambahan nama Belanda setelah kata Hindia, sebagai penekanan bahwa Hindia milik kekuasan Belanda.
Pada masa penjajahan tersebut, seluruh orang-orang Eropa menyebut Indonesia dengan sebutan Hindia Belanda. Jika diambil ke dalam bahasa Belanda menjadi Hindia Timur.
5. Insulinde tahun 1860
Pada tahun 1860 seorang penulis terkenal asal Belanda, Eduard Douwes Dekker mengusulkan nama baru. Karena merasa jijik mendengar nama Hindia Belanda yang diberikan Belanda untuk Indonesia.
Hal ini karena Belanda telah melakukan perlakuan buruk terhadap rakyat Indonesia. Sehingga nama Hindia Belanda mendapat stigma negatif di dunia Internasional.
Edward Douwes Dekker pun sering mengkritik perlakuan buruk penjajah Belanda terhadap rakyat Indonesia. Hingga ia mengusulkan nama baru dan mengganti nama Hindia Belanda menjadi Insulinde.
Insulinde sendiri berasal dari kata Insula, dalam bahasa latin memiliki arti kepulauan. Insulinde memiliki arti Kepulauan Hindia.
6. Kepulauan Melayu tahun 1869
Pada tahun 1869, Alfred Russel Wallace yang merupakan penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yaitu Kepulauan Melayu. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Malay Archipelago.
Nama Kepulauan Melayu ini diberikan karena memiliki makna pulau melayu yang menguasai lautan. Wilayah tersebut bukan hanya Indonesia, melainkan termasuk juga Malaysia dan Singapura saat itu.
7. To-Indo tahun 1942
Pada tahun 1942, bangsa Indonesia dijajah Jepang. Selama kekuasaan ini nama Indonesia berubah menjadi To-Indo, dalam bahasa Jepang berarti Hindia Timur.
Selama masa pendudukan Jepang nama ini dipakai resmi, sebagai tanda wilayah taklukannya di kepulauan ini dari 1942 sampai 1945.
8. Indonesia tahun 1945
Walaupun sempat memiliki nama Insulinde dan Kepulauan Melayu, namun bangsa Belanda masih berusaha menguasai kembali Indonesia. Kala itu dalam agersi militer setelah berakhirnya pendudukan Jepang.
Berkat perjuangan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Hindia Belanda pun merdeka pada tahun 1945 dan memakai nama Indonesia secara resmi.
Nama Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1850 yang diperkenalkan oleh James Richardson Logan dan Gorge Samuel. Keduanya merupakan ilmuwan Inggris yang menyebutkan kepulauan ini dengan nama Indonesia dalam majalah tahunan mereka yang terbit di Singapura berjudul Journal Of The indian Archipelago and Eastern Asia.
DI tahun inilah nama Indonesia pertama kali muncul dan dipakai hingga kita kenal sampai saat ini. Nama Indonesia sendiri berasal dari kata Yunani, Indus yang berarti Hindia dan Nesos yang berarti kepulauan yang dapat diartikan sebagai Kepulauan Hindia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Soal Dana Hibah Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Siap Diaudit BPK
-
Terseret Polemik LPDP, Alyssa Soebandono Bantah Pernah Terima Dana Negara