LINIMASA - Resesi sudah di depan mata. Melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu indikator terjadinya resesi.
Namun, bagaimana dengan daya beli masyarakat di sektor properti? Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Fitrah Nur menyebut sektor properti tak akan terkena dampak resesi.
Nur mengatakan, minat terhadap perumahan terus menggeliat meski pada 2020 lalu Indonesia diterpa badai Covid-19. Pandemi menjadi salah satu penyebab resesi.
"Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih 5 persen dan kalau dilihat sektor properti kondisi yang paling berat pun dimasa pandemi masih bertumbuh positif," kata Nur.
Ia mengatakan properti menjadi salah satu sektor yang tahan banting dalam situasi atau kondisi apapun. Ditambah, ucap dia, anak muda generasi sekarang sudah banyak yang melek dan memulai investasi di sektor properti.
"Tentu hal ini memperlihatkan bahwa apapun kondisinya perumahan itu perlu. Apalagi sekarang definisi perumahan bukan lagi konvensional," ucapnya.
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan salah satu bertahannya sektor properti di tengah resesi, yakni karena adanya program rumah subsidi yang diusung pemerintah.
Program tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah agar bisa memiliki tempat tinggal.
"Rumah bersubsidi dengan bantuan keuangan yang sangat luar biasa, tingkat suku bunga yang rendah, memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak," bebernya.
Baca Juga: Ferarri Yakin Strategi Coach Shin Bawa Peluang Indonesia Menang di Turnamen Piala Asia U-20
Guna mendorong pemulihan sektor properti sebagai imbas pagebluk, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan relaksasi.
Di antaranya dengan memberikan kelonggaran LTV/FTV, kebijakan rasio pembiayaan inklusif makropridensial (RPIM), kebijakan insentif makroprudensial, dan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK).
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya