- Wasit Somalia, Omar Artan, ditolak masuk Amerika Serikat oleh otoritas imigrasi saat tiba di Bandara Miami pada Sabtu lalu.
- Pemerintah Amerika Serikat melarang Artan masuk karena adanya dugaan asosiasi dengan organisasi teroris melalui proses pemeriksaan keamanan nasional.
- Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyayangkan insiden tersebut namun menyatakan FIFA tidak memiliki wewenang mengatur kebijakan imigrasi setiap negara.
Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino memberikan respon nyeleneh terkait deportasi yang dilakukan imigrasi AS terhadap wasit Somalia, Omar Artan yang akan bertugas di Piala Dunia 2026.
Pria asal Italia itu menyayangkan penolakan yang dilakukan AS terhadap wasit asal Somalia itu.
Namun presiden FIFA itu meminta publik tidak usah berlebihan dan tetap tenang.
“Kami tidak hidup di bulan, kami hidup di bumi. FIFA tidak bisa menentukan siapa yang boleh masuk ke suatu negara,” kata Infantino dilansir dari NY Post.
Meski demikian, FIFA disebut tetap berupaya mencari solusi di balik layar.
Infantino juga mengeklaim FIFA layak mendapat kredit atas keberhasilan memastikan partisipasi Iran di tengah ketegangan geopolitik.
Timnas Iran bahkan harus memindahkan kamp latihan mereka ke Meksiko sebelum bertanding di AS.
Ia optimistis turnamen ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
“Ini mungkin akan menjadi ajang terbesar dalam sejarah umat manusia,” ujar Infantino.
Baca Juga: Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
Wasit asal Somalia, Omar Artan, gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat dengan alasan keamanan nasional.
Insiden ini memicu sorotan global karena Artan merupakan salah satu ofisial resmi yang ditunjuk FIFA.
Artan, 34 tahun, dihentikan saat tiba di Bandara Miami pada Sabtu lalu ketika hendak bergabung dengan tim wasit turnamen.
Artan kemudian ditahan selama sekitar 11 jam sebelum dipulangkan melalui penerbangan menuju Istanbul, Turki.
Pemerintah Amerika Serikat kemudian memberikan penjelasan resmi.
Dalam pernyataan yang dikutip media AS, otoritas imigrasi menyebut menemukan informasi yang mencurigakan selama proses pemeriksaan terhadap Artan.
“Setelah inspeksi lebih lanjut, ditemukan informasi yang merugikan, termasuk dugaan asosiasi dengan individu yang terkait organisasi teroris, yang membuat pelancong tidak memenuhi syarat masuk ke Amerika Serikat,” demikian pernyataan otoritas terkait.
Namun, pemerintah AS tidak mengungkap detail maupun bukti publik terkait dugaan tersebut.
Berita Terkait
-
Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta