Bola / Bola Dunia
Jum'at, 12 Juni 2026 | 03:47 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Baca 10 detik
  • Wasit Somalia, Omar Artan, ditolak masuk Amerika Serikat oleh otoritas imigrasi saat tiba di Bandara Miami pada Sabtu lalu.
  • Pemerintah Amerika Serikat melarang Artan masuk karena adanya dugaan asosiasi dengan organisasi teroris melalui proses pemeriksaan keamanan nasional.
  • Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyayangkan insiden tersebut namun menyatakan FIFA tidak memiliki wewenang mengatur kebijakan imigrasi setiap negara.

Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino memberikan respon nyeleneh terkait deportasi yang dilakukan imigrasi AS terhadap wasit Somalia, Omar Artan yang akan bertugas di Piala Dunia 2026.

Pria asal Italia itu menyayangkan penolakan yang dilakukan AS terhadap wasit asal Somalia itu.

Namun presiden FIFA itu meminta publik tidak usah berlebihan dan tetap tenang.

“Kami tidak hidup di bulan, kami hidup di bumi. FIFA tidak bisa menentukan siapa yang boleh masuk ke suatu negara,” kata Infantino dilansir dari NY Post.

Meski demikian, FIFA disebut tetap berupaya mencari solusi di balik layar.

Infantino juga mengeklaim FIFA layak mendapat kredit atas keberhasilan memastikan partisipasi Iran di tengah ketegangan geopolitik.

Wasit asal Somalia, Omar Artan, kembali ke negaranya dengan sambutan meriah setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk ke Amerika Serikat. [Istimewa]

Timnas Iran bahkan harus memindahkan kamp latihan mereka ke Meksiko sebelum bertanding di AS.

Ia optimistis turnamen ini akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

“Ini mungkin akan menjadi ajang terbesar dalam sejarah umat manusia,” ujar Infantino.

Baca Juga: Pembukaan Piala Dunia 2026 Makan Korban Jiwa: Satu Suporter Meninggal Dunia

Wasit asal Somalia, Omar Artan, gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat dengan alasan keamanan nasional.

Insiden ini memicu sorotan global karena Artan merupakan salah satu ofisial resmi yang ditunjuk FIFA.

Artan, 34 tahun, dihentikan saat tiba di Bandara Miami pada Sabtu lalu ketika hendak bergabung dengan tim wasit turnamen.

Artan kemudian ditahan selama sekitar 11 jam sebelum dipulangkan melalui penerbangan menuju Istanbul, Turki.

Pemerintah Amerika Serikat kemudian memberikan penjelasan resmi.

Dalam pernyataan yang dikutip media AS, otoritas imigrasi menyebut menemukan informasi yang mencurigakan selama proses pemeriksaan terhadap Artan.

“Setelah inspeksi lebih lanjut, ditemukan informasi yang merugikan, termasuk dugaan asosiasi dengan individu yang terkait organisasi teroris, yang membuat pelancong tidak memenuhi syarat masuk ke Amerika Serikat,” demikian pernyataan otoritas terkait.

Namun, pemerintah AS tidak mengungkap detail maupun bukti publik terkait dugaan tersebut.

Load More