LINIMASA - Nama Muhammad sebelum Nabi Muhammad SAW tidak dikenal oleh orang-orang Arab. Tidak ada satupun orang-orang Arab bernama Muhammad pada saat itu.
Terus dari mana nama tersebut? Dilansir dari kanal YouTube Al Qadr, berikut penjelasan awal mula pemberian Nama Muhammad kepada baginda Nabi.
Nama tersebut ternyata diberikan oleh kakeknya Nabi Muhammad SAW yang bernama Abdul Muthalib.
Dikisahkan, jauh sebelum lahir Nabi SAW, Abdul Muthalib pernah jalan-jalan ke negeri Syam bersama 3 orang sahabatnya.
Tiba di negeri Syam, seorang pendeta Nasrani menemui mereka lalu bertanya.
"Kalian dari mana," tanya pendeta tersebut.
Abdul Muthalib menjawabnya dengan santun.
"Kami dari Jazirah Arab" jawab kakek Nabi.
Kemudian seorang pendeta itu menanyakan kembali soal letak daerah Jazirah Arab itu.
Baca Juga: Kakak AG Klarifikasi Terkait Kasus Penganiayaan David, Netizen Malah Geram dan Kecam Mata Najwa
"Dari mana tempat itu?" tanya pendeta Nasrani.
Abdul Muthalib menjawabnya, tepatnya dari Kota Mekkah.
Lalu pendeta itu mengatakan bahwa dari kota tempat tinggal Abdul Muthalib akan keluar Nabi terakhir.
"Dan Nabi terakhir itu bernama Muhammad," kata pendeta.
Abdul Muthalib lantas kebingungan dan menanyakan kembali, dari mana pendeta tahu akan hal tersebut.
Pendeta itu bilang dari kitab kami, dalam Injil disebutkan namanya Muhammad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji