/
Minggu, 05 Maret 2023 | 16:00 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kawasan titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (9/2/2023). (Tim Media Moeldoko)

LINIMASA - Kepala Staf Kepresidenan mengimbau agar berbagai kegiatan keagamaan harus tetap berlangsung khidmat dan tidak memiliki muatan-muatan politis.

Moeldoko menyebutkan berbagai kegiatan keagamaan tersebut seperti majelis dzikir yang meski dihadiri tokoh ormas politis tapi harus tetap khidmat dan tidak dicampuri urusan politik.

“Seperti Majelis Zikir Al Khidmah ini. Meski dihadiri tokoh ormas politik dan pejabat negara, tapi kegiatan berlangsung tanpa muatan-muatan politis,” kata Moeldoko pada acara Haul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu.

Moeldoko menyampaikan bahwa keberadaan majelis-majelis dzikir ini sangat penting untuk memperkuat persatuan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, adat, budata, bahasa, dan agama.

"Sebab majelis seperti ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa pun yang ingin menempuh perjalanan mendekat kepada Allah SWT tanpa membedakan baju dan kulit luar,” katanya.

Eks panglima TNI itu memohon kepada seluruh jamaah untuk terus mendoakan bangsa dan negara agar bisa melewati berbagai tantangan dan ancaman global.

“Lingkungan global saat ini menghadapi krisis pangan, energi, dan keuangan. Untuk itu, saya memohon doanya agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin bisa melewati tantangan itu tanpa ada hambatan,” tuturnya.

Haul Akbar Majelis Zikir Al Khidmah di Masjid Istiqlal dihadiri kalangan habib, kiai, alim ulama, dan diikuti lebih dari dua ribu jemaah dari berbagai kota di Indonesia.

Majelis Zikir Al Khidmah didirikan KH Ahmad Asrori Al Ishaqi pada 25 Desember 2005 yang berpusat di Pondok Pesantren Al Fitrah Kedinding, Surabaya. (Sumber: ANTARA)

Baca Juga: Soal Penghentian Tahapan Pemilu 2024, Perludem: Putusan PN Jakpus Tidak Bisa Dieksekusi

Load More