/
Sabtu, 11 Maret 2023 | 13:48 WIB
Potret Ammar Zoni (Instagram/@amarzoni04)

LINIMASA - Ammar Zoni tengah menjadi sorotan setelah ditangkap polisi karena kedapatan memiliki narkoba berjenis sabu seberat satu gram. 

Suami Irish Bella tersebut ditangkap di rumah kawasan Sentul, Bogor, pada Rabu (8/3/2023). 

Pesinetron tersebut pun akhirnya mendekam di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Selatan. Ammar Zoni terlihat mengenakan pakaian tahanan berkelir oranye Polres Jakarta Selatan. 

Ia sempat meminta maaf khususnya kepada sang istri, karena sudah melakukan kesalahan besar. Ammar terbukti positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu berdasarkan hasil tes urine. 

Dibekuk polisi dengan kasus narkoba, menjadi kedua kalinya dialami pesinetron berusia 29 tahun tersebut. 

Sebelumnya, pada 2017, Ammar pun sempat ditangkap polisi karena terjerat kasus penyalahgunaan ganja. 

Urusan karier di dunia hiburan. Ammar tercatat memainkan beberapa judul sinetron di antaranya, 7 Manusia Harimau hingga Ikatan Cinta. 

Di layar lebar, Ammar pun tercatat beradu peran dalam beberapa film, di antaranya Madu Murni (2022) dan Retak Gading (2014) bersama Christine Hakim dan Jajang C. Noer.

Namun tak banyak yang tahu, sebelum sukses sebagai artis, Ammar pernah menjadi buruh angkut pasir hingga membantu memanen getah di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. 

Baca Juga: Tak Kunjung Jenguk Ammar Zoni, Irish Bella Pilih Lakukan Ini

Ammar mengungkapkan cerita kepedihan masa lalunya di kanal YouTube Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy bertaju Minang Podcast yang tayang pada 4 Desember 2021, lalu.

Ammar berkisah, saat berusia 12 tahun, ia ditinggal pergi oleh ibunya untuk selamanya. Sang ibu dijemput yang maha kuasa. 

"Kita mau dibawa bapak pindah ke Muaro Labuah, Solok Selatan. Terus saya memutuskan untuk tetap stay di Jakarta, tinggal sama tante. Adik-adik dibawa ayah ke Solok Selatan," ucapnya sebagaimana dilansir dari Ranah--jaringan Suara.com.

Saat Ammar muda berusia 16 tahun, ia pun akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke Muaro Labuh, Solok Selatan. Ammar pun tinggal bersama kakek dan neneknya.
 
"Tapi bapak pindah ke Jakarta. Saya tinggal di kampung. Saya harus belajar hidup, jadi saat itu saya tidak tahu kegiatannya mau ngapain," katanya.  

Untuk bisa jajan, Ammar mengaku sempat menjalani profesi sebagai buruh angkut pasir hingga membantu kakeknya memotong getah.

Ammar muda berpikir dan merenung. Ia tak ingin kehidupannya berakhir seperti itu dan ingin terus berkembang. 

Load More