/
Senin, 17 April 2023 | 13:30 WIB
Buya Yahya (Youtube Albahjah TV)

LINIMASA - Lailatul Qadar atau malam kemuliaan adalah malam yang sangat istimewa di dalam agama Islam. 

Malam Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang penuh dengan keberkahan dan ampunan, sehingga umat Muslim sangat dianjurkan untuk melakukan ibadah di malam tersebut. 

Namun, tanggal malam Lailatul Qadar tidak diketahui dengan pasti. Malam Lailatul Qadar jatuh pada salah satu malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadan.

Lantas, bagaimanakah kita bisa tahu tanda orang yang mendapatkan lailatul qadar?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Ulama kharismatik Buya Yahya memberikan penjelasan terlebih dahulu terkait keistimewaan malam lailatul qadar.

"Kebaikannya isi rahasia Allah, apa sih yang dikatakan seribu bulan. Yang jelas di malam itu kita harus menjadi orang yang dipilih Allah (yang) rindu pada kebaikan. Siapapun yang mendapat lailatul qadar dia mendapatkan sesuatu yang lebih bagus daripada kebaikan dalam seribu bulan," tutur Buya Yahya, dikutip pada Jumat (14/4/2023).

Lantas Buya Yahya menuturkan bahwasannya tanda seseorang mendapatkan lailatul qadar dapat dilihat dari perubahan sikap di hari-hari selanjutnya.

"Ada tanda-tanda, (tapi) kita nggak perlu ribut dengan tanda-tanda. Bahkan ada orang mendapatkan lailatul qadar tapi nggak ngerti, nggak ada tanda-tandanya," terang Buya Yahya.

"Tanda orang yang mendapatkan lailatul qadar itu adalah sederhana, jika hari esok lebih bagus dari hari kemarin, itulah dia mendapat lailatul qadar," tegas Buya Yahya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Innalillahi, Pesulap Merah Meninggal Dunia Usai Adu Kekuatan dengan Ibu Ida Dayak

Sebaliknya, ketika memang malamnya adalah Lailatul Qadar, namun keesokan harinya tidak ada perubahan baik sikap atau perbuatan maka sejatinya ia tidak mendapat lailatul qadar.

"Kalau  ternyata esok harinya gampang (lebih baik), kayanya kita dapat Lailatul Qadar. (Tapi) kalau maksiat terus jauh dari lailatul qadar. Jadi begitu, sederhana sekali,” pungkas Buya Yahya.

"Begitu lebih bagus silaturahminya, terang-benderang harinya, (tapi) kurang ajar sama ibunya, mana lailatul qadar baginya? Tanda lailatul qadar adalah di saat di hari selanjutnya, tahun selanjutnya, adalah menjadi semakin baik, semakin dekat pada Allah, itu saja," ujarnya.

Oleh karena itu, Buya Yahya mengajak seluruh umat islam lebih meningkatkan ibadah serta memperbaiki diri di 10 malam terakhir di penghujung ramadan. 

"Pokoknya kita menata hati, malam itu kita berbuat baik, esok hari kita berusaha untuk memperbaiki diri. Kalau esok harinya ternyata gampang, oh kayaknya kita dapat lailatul qadar. Kalau maksiat terus, berarti jauh dari lailatul qadar," tutur Buya Yahya.

Load More