/
Kamis, 11 Mei 2023 | 11:35 WIB
Ilustrasi anjing Rabies ((shutterstock))

LINIMASA - Beredar video viral di sosial media yang memberitakan bahwa anak berusia 4 tahun meninggal dunia usai digigit anjing rabies.

Diketahui anak tersebut merupakan warga Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bocah malang tersebut digigit pada Senin 24 April 2023 dan meninggal dunia pada Senin 8 Mei 2023 setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc. Hillers Maumere.

Dikutip dari beberapa sumber, bocah tersebut sempat mengalami kejang-kejang dan ketakutan saat terkena angin.

Lantas, apa itu penyakit rabies dan cara mengatasinya?

Anjing yang terinfeksi virus rabies sangat berbahaya. Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Rhabdoviridae dan umumnya ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing.

Virus rabies menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak, dan menyebabkan peradangan yang serius. Gejala awal infeksi rabies pada anjing mungkin termasuk perubahan perilaku seperti agresi atau kebingungan, meningkatnya kegelisahan, kecemasan, dan penurunan nafsu makan. 

Seiring penyakit berlanjut, anjing rabies dapat mengalami gejala seperti kesulitan menelan, air liur berlebihan, kejang, kelemahan otot, gangguan koordinasi, dan perubahan perilaku drastis. Pada tahap akhir, anjing tersebut dapat mengalami paralisis, koma, dan akhirnya kematian.

Jika Anda atau seseorang terkena gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies, langkah-langkah berikut dapat membantu dalam pertolongan pertama:

Baca Juga: Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2023 Resmi Dibuka Hari Ini, Simak Info Selengkapnya

1. Membersihkan luka: Segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 10-15 menit. Hal ini membantu mengurangi risiko infeksi.

2. Desinfeksi: Setelah membersihkan luka, gunakan antiseptik seperti alkohol isopropil atau betadin untuk membersihkan luka secara menyeluruh.

3. Hubungi profesional kesehatan: Segera cari pertolongan medis dan hubungi dokter atau pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mereka akan memberikan saran dan langkah-langkah yang diperlukan.

4. Identifikasi anjing: Jika memungkinkan, coba amati anjing yang menggigit. Catat ciri-ciri fisik dan perilakunya, seperti warna bulu, ukuran, tanda pengenal (kalung, tato, dll.), dan perilaku anjing sebelumnya. Informasi ini penting untuk membantu penilaian risiko rabies dan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

5. Vaksin rabies: Biasanya, jika ada kecurigaan terhadap infeksi rabies, profesional kesehatan akan merekomendasikan vaksin rabies untuk mencegah perkembangan penyakit. Vaksin rabies sangat efektif dalam mencegah rabies jika diberikan segera setelah gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies.

Rabies adalah penyakit yang fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Perawatan medis dan vaksinasi rabies yang tepat sangat penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan Anda.

Load More