/
Jum'at, 19 Mei 2023 | 17:50 WIB
Ilustrasi: Vaksin polio di Tebing Tinggi (Dok.Antara)

LINIMASA - Puluhan warga DKI Jakarta diduga terkena penyakit polio.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI, Ngabila Salama pada Jumat (19/5/2023).

Tercatat sejak tanggal 1 Januari 2023 hingga hari ini terdapat 99 warga DKI Jakarta yang diduga mengidap penyakit polio dan sudah 46 sampel tinja diperiksa laboratorium.

"Semua (46, red) negatif," kata Ngabila dikutip dari RRI, Jumat (19/5/2023).

Ngabila menyampaikan bahwa daerah Jakarta Timur yang paling banyak dugaan kasus polionya.

"Jakarta Pusat 5 (kasus), Jakarta Utara 17, Jakarta Barat 25, Jakarta Selatan 18. Kemudian, di Jakarta Timur ada 33 kasus, serta Kepulauan Seribu 1 kasus," ujar Ngabila.

Lantas, apa itu penyakit polio dan bagaimana gejala awalnya?

Dikutip dari beberapa sumber, polio merupakan penyakit menular yang berasal dari virus poliovirus.

Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot, bahkan dalam kasus yang parah bisa berujung pada kematian. 

Baca Juga: Terkuak! Ternyata Virgoun yang Suruh Inara Rusli Minta Maaf ke Tenri Anisa, Netizen: Orang Selingkuh Otaknya Udah Eror

Pada umumnya, Polio menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun tetapi dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia.

Penyakit polio menyebar melalui droplet pernapasan (batuk dan pilek) atau kontak langsung dengan tinja orang yang terinfeksi.

Adapaun gejala awal penyakit polio hampir mirip dengan flu yakni demam, sakit kepala, muntah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.

Pada kasus yang lebih parah, virus dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kelumpuhan otot, terutama di kaki dan tungkai.

Langkah terbaik untuk melawan penyakit ini yaitu dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin polio rutin dianjurkan untuk semua anak dan juga untuk orang dewasa yang berisiko tinggi atau akan melakukan perjalanan ke daerah dengan risiko polio yang lebih tinggi.

Load More