LINIMASA - Relawan yang mendukung Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden (Capres) melakukan kegiatan di kampus-kampus di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kelompok relawan yang dikenal sebagai Kuning, Ijo, Biru (KIB) menyelenggarakan forum diskusi dengan melibatkan sejumlah tokoh utama, termasuk para pengamat politik di lingkungan kampus.
Salah satu forum yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kemudian dilanjutkan di salah satu warung kopi di Makassar dengan menghadirkan para pengamat dan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) pada hari ini.
Rencananya, kegiatan ini akan berlanjut di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar besok.
Sebagai informasi, pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan dibuka mulai tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023 mendatang. Dengan demikian, kurang lebih dalam waktu lima bulan ke depan, pendaftaran calon presiden dan wakil presiden akan dimulai.
Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) KIB, Habil Marati, menegaskan pentingnya forum perdebatan semacam ini diadakan di kampus untuk mengaktifkan pikiran yang rasional.
"Hal ini bertujuan untuk mengaktifkan pikiran yang rasional, mengingat bahwa mahasiswa merupakan sumber daya manusia (SDM) yang penting dalam menciptakan perubahan yang positif," ucapnya pada Senin, tanggal 22 Mei 2023.
"Mahasiswa memiliki tingkat keaktifan yang tinggi, dan mereka memiliki potensi besar untuk mempengaruhi arah perubahan. Namun, kita harus berhati-hati agar potensi tersebut tidak terbuang sia-sia," tambahnya.
Di sisi lain, pengamat politik Rocky Gerung menyampaikan pendapatnya bahwa KPU seharusnya memberikan pendidikan politik terutama di kampus-kampus. Selain itu, kampanye juga seharusnya diizinkan di lingkungan kampus.
Baca Juga: CEK FAKTA: Fadly Faisal Syok Usai Nonton Video Syur Mirip Rebecca Klopper
"Menurut saya, KPU seharusnya memberikan pendidikan politik dan menciptakan kurikulum yang memungkinkan semua calon presiden, meskipun belum mendaftar, untuk berbicara di kampus-kampus," ucap Rocky Gerung setelah menghadiri acara Ngaji Kebangsaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Unismuh yang bertajuk "Bersatu untuk Perubahan" di Balai Sidang Unismuh Makassar.
Menurutnya, langkah ini penting agar mahasiswa dapat mengenal figur-figur yang akan mereka pilih. Terlebih lagi, mengingat masa kampanye yang disepakati oleh KPU dan DPR hanya berlangsung selama 70 hari.
Menurut Rocky, 70 hari tersebut terasa singkat untuk memperkenalkan calon pemimpin bangsa.
"Agar kampus tidak menjadi tempat kebingungan dalam memilih calon pemimpin, KPU harus mengubah sistemnya. Jangan menunggu masa kampanye yang hanya berlangsung selama 70 hari. Mulailah sekarang dengan menggunakan kampus sebagai forum perdebatan," tutur Rocky.
Sebagai seorang ahli filsafat, ia juga mengomentari tentang ancaman yang dihadapi oleh Anies.
"Ya, Anies pasti akan dihadapi dengan banyak tantangan. Karena perbedaan pandangan dengan Jokowi lebih mudah. Jadi, mengapa kita mempersoalkannya? Kita pasti akan menghadang. Selain itu, orang pasti akan diendorse oleh Jokowi. Pertanyaannya adalah siapa yang mau diendorse. Tapi bukan itu intinya. Yang penting adalah melakukan pendidikan politik sejak sekarang hingga akhir tahun ini. Yang menjadi fokus adalah apa yang kita pikirkan," tegas Dosen Sam Ratulangi ini.
Dengan demikian, relawan Anies Baswedan melalui KIB secara aktif menggelar pendidikan politik di berbagai kampus di Makassar. Para pengamat politik seperti Rocky Gerung turut menyampaikan pandangan mereka terkait peran KPU dalam memberikan edukasi politik di lingkungan kampus serta pentingnya para mahasiswa mengetahui dan memilih dengan bijak figur yang akan menjadi pemimpin bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA