LINIMASA - Sepak bola tidak hanya dikenal karena rivalitasnya yang membara, tetapi juga karena aksi-aksi yang mewujudkan rasa hormat antara pemain. Salah satu momen yang sering kali menjadi daya tarik bagi para penggemar adalah aksi tukar jersey antara pemain tim yang bertanding setelah pertandingan berakhir.
Hal ini juga terjadi dalam pertandingan persahabatan bertajuk FIFA Matchday 2023 antara Timnas Indonesia dan Timnas Argentina yang berakhir dengan kemenangan Argentina 0-2. Laga tersebut berlangsung di SUGBK, Jakarta, Senin malam (19/6/2023).
Aksi tukar jersey memang merupakan pemandangan umum dalam dunia sepak bola. Biasanya, setelah pertandingan selesai, salah satu pemain dari tim A akan meminta jersey dari salah satu pemain tim B. Dalam banyak kasus, permintaan tersebut akan dipenuhi dengan pemain dari tim B yang juga meminta balik jersey dari pemain tim A.
Bagi sebagian orang yang jarang menonton sepak bola, mungkin muncul pertanyaan mengapa hal ini perlu dilakukan. Menurut laman The Sporting News, aksi tukar jersey dalam sepak bola merupakan salah satu cara bagi para pemain untuk menunjukkan rasa hormat mereka terhadap lawan setelah pertandingan.
Sepak bola bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga tentang sportivitas dan penghormatan antar pemain.
Tradisi tukar jersey ini telah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Menurut catatan sejarah, aksi ini bermula setelah pertandingan antara timnas Prancis dan Inggris. Setelah meraih kemenangan pertama, timnas Prancis meminta kenang-kenangan dari pertandingan tersebut. Dari sinilah tradisi tukar jersey kemudian berlanjut dari masa ke masa.
Meskipun mungkin terlihat agak kurang sopan untuk memberikan pakaian yang masih basah oleh keringat kepada orang lain, namun aksi tukar jersey sebenarnya mengandung makna yang lebih dalam. Jersey yang dikenakan dalam sebuah pertandingan memiliki makna dan cerita tersendiri bagi pemain sepak bola.
Dalam aksi tukar jersey, pemain memberikan sesuatu yang berharga dan berkenangan kepada lawan sebagai simbol persahabatan dan rasa hormat antar pemain.
Ada beberapa alasan mendasar aksi tukar jersey ini dilakukan. Salah satunya adalah adanya rasa pengaguman atau idolisasi seorang pemain terhadap pemain lawan. Seorang pemain tim A mungkin mengagumi keterampilan atau prestasi seorang pemain dari tim B, dan bertukar jersey adalah cara untuk mengabadikan momen pertemuan mereka dalam sebuah pertandingan.
Selain itu, aksi tukar jersey juga dapat terjadi antara pemain yang pernah menjadi rekan setim di level klub atau tim nasional sebelumnya. Hal ini bisa menjadi wujud persahabatan dan kenangan bersama yang ingin mereka abadikan.
Terkadang, pemain juga melakukan aksi ini sebagai bentuk penghormatan kepada pemain lawan yang dianggap memiliki kontribusi besar dalam pertandingan tersebut. Sepak bola bukan hanya tentang persaingan dan rivalitas, tetapi juga tentang tenggang rasa dan persahabatan antara pemain.
Ada banyak cara yang dilakukan dalam dunia sepak bola untuk mewujudkan rasa hormat, seperti bersalaman sebelum dan setelah pertandingan, tidak melakukan selebrasi berlebihan saat mencetak gol, menghormati momen keheningan dengan minute of silence, nyanyian dukungan dari para penggemar, atau bahkan melalui pemilihan warna jersey yang melambangkan persatuan.
Dalam pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia dan Timnas Argentina, aksi tukar jersey antara Elkan Baggott dari Timnas Indonesia dengan Christian Romero dari Timnas Argentina menjadi momen yang mencuri perhatian.
Elkan Baggot, yang juga berkarier di Liga Primer Inggris bersama Tottenham Hotspur, bertukar jersey dengan Romero sebagai tanda penghargaan dan persahabatan antara keduanya.
Dengan adanya aksi tukar jersey, dunia sepak bola semakin terlihat sebagai wadah untuk menghormati lawan dan menumbuhkan persahabatan antara pemain dari berbagai tim dan negara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Bocoran Konser KOMA: Mahalini Siapkan 6 Kostum Megah dan Kejutan Spesial di Hari Valentine
-
Menghempas Energi Buruk di Buku Memaafkan yang Tak Termaafkan
-
Polytron Hadirkan Subsidi Hingga Rp7 Juta dan Charger Portable di IIMS 2026
-
Apakah Sepatu Running Bisa untuk Badminton? ini 5 Rekomendasi Sepatu Bulutangkis yang Nyaman
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
Mobil Jetour T2 Buatan Mana? Habis Dilalap Api usai Senggolan dengan BMW di Tol Jagorawi
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Keluarga yang Tak Dirindukan: Potret Pahit Generasi Sandwich di Netflix
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air