/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:43 WIB
Tak Ingin Jadi Tersangka Kasus Formula E dan Pohon Monas, Anies Baswedan Ngamuk ke Jokowi, Cek Faktanya (Thumbnail kanal YouTube PAKDE TV)

LINIMASA - Anies Baswedan dikabarkan ngamuk ke Jokowi lantaran tak ingin menjadi tersangka kasus Formula E dan penebangan pohon di sekitar area Monas.

Klaim tersebut terdapat dalam unggahan kanal YouTube PAKDE TV pada Jumat (23/6/2023).

"Anies Ngamuk Ke Jokowi Karena Mau Jadi Tersangka Di Kasus Formula E Dan Pohon Monas!!!," tulis judul video.

"ANIES NGAMUK KE JOKOWI. SI GABENER GAK TERIMA KARENA MAU JADI TERSANGKA DI KPK," bunyi keterangan thumbnail video.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim video tersebut?

Cek Fakta

Setelah ditelusuri, tim cek fakta tidak menemukan bukti-bukti valid atas klaim yang menyebut Anies ngamuk ke Jokowi.

Dalam video tersebut, diperlihatkan dialog antara Anies dan Andy F. Noya dalam sebuah acara talk show. Sedangkan narator tidak menyampaikan sepatah katapun.

Anies memang menjawab soal keresahan masyarakat Jakarta perihal penebangan pohon di sekitar Monas. Gubernur Jakarta membantah asumsi masyarakat soal penebangan untuk menyediakan sirkuit Formula E.

Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Cuek Saat Disambangi ke Rumahnya, Netizen: Kalau Dipanggil Istri Rendy Pasti Nyamperin

Namun, terdapat kekeliruan dalam unggahan ini. Tak lain antara judul dan isi video sangat berbeda, sehingga menimbulkan ketimpangan.

Ditambah, potret Anies dan Jokowi pada sampul thumbnail murni hasil editan, jelas-jelas hal tersebut bertujuan untuk memancing penonton agar banyak yang menyaksikan tayangan ini.

Hingga kini, video berdurasi 10 menit 56 detik ini telah ditonton sebanyak 670 kali tayangan.

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut Anies ngamuk ke Jokowi lantaran tak ingin menjadi tersangka kasus Formula E dan pohon Monas merupakan informasi keliru alias hoaks.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More