/
Senin, 03 Juli 2023 | 15:37 WIB
Thumbnail video yang mengklaim Arya Saloka cemburu ingin Amanda Manopo balik ke Ikatan Cinta (/YouTube ZML ENTERTAINMENT)

LINIMASA - Isu adanya kedekatan khusus antara Arya Saloka dan Amanda Manopo hingga kini masih terus menjadi sorotan publik.

Meski Amanda Manopo telah hengkang dari Ikatan Cinta, namun para fans masih berharap agar tokoh Andin kembali lagi di sinetron tersebut meski lewat peran yang berbeda.

Namun, harapan kembalinya Amanda Manopo ke Ikatan Cinta kemungkinan tak akan terwujud, pasalnya kini eks pemeran Andin itu tengah bermain di sinetron Cinta Tanpa Karena.

Lantas baru-baru ini beredar narasi yang menyebutkan bahwa Arya Saloka mulai cemburu dan keceplosan ingin Amanda Manopo balik ke Ikatan Cinta daripada main di sinetron Cinta Tanpa Karena.

Berita tersebut diunggah oleh akun YouTube ZML ENTERTAINMENT pada Senin (3/7/2023) dengan judul "mulai cemburu, Arya Saloka keceplosan inginkan Amanda Manopo kembali ke IC dari pada di CTN".

Dalam thumbnail video terlihat potret kebersamaan Arya Saloka dengan Amanda Manopo

Namun, benarkah kabar tersebut?

Penjelasan 

Setelah ditelusuri linimasa.suara.com, klaim yang menyebut bahwa Arya Saloka cemburu dan keceplosan ingin Amanda Manopo balik ke Ikatan Cinta daripada main di sinetron Cinta Tanpa Karena adalah salah.

Baca Juga: Cek Fakta: Ada Apa dengan Amanda Manopo? Sari Nila Bongkar Soal Arya Saloka dan Ikatan Cinta, Ternyata Ini yang Terjadi

Dalam video yang berdurasi 8 menit itu, tidak ditemukan informasi yang sesuai dengan judul video.

Narator hanya menyampaikan berita terkait Denny Sumargo singgung soal hubungan Arya Saloka dan Amanda Manopo di acara Silet Awards.

Bahkan hingga akhir video tidak ada klarifikasi resmi dari pemeran Aldebaran itu bahwa ia ingin Amanda Manopo balik ke Ikatan Cinta.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Arya Saloka cemburu dan keceplosan ingin Amanda Manopo balik ke Ikatan Cinta daripada main di sinetron Cinta Tanpa Karena adalah keliru alias berita hoaks.

Catatan Redaksi:

Load More