LINIMASA - Dahulu protein hanya dikonsumsi oleh binaragawan, akhir-akhir ini semakin banyak suplemen olahraga yang dikonsumsi oleh kalangan biasa.
Berbagai produk dalam bentuk bubuk hingga pil dipsarkan sebagai bagian penting dalam upaya menjadi bugar.
Dikutip dari laman Sciencealert.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung gym menjadikan minuman protein sebagai bagian dari olahraga yang dilakukan.
Protein memang penting untuk tubuh kita, protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan rusak, sumber energi dan membentuk hormon dan enzim.
Banyak orang mengonsumsi protein untuk menambah massa otot, menurunkan berat badan dan membantu kinerja optimal latihan mereka.
Namun, apakah semua orang perlu untuk mengonsumsi makanan atau minuman mengandung protein tinggi?
Menurut para ahli menyebutkan bahwa konsumsi protein dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran, membentuk otot dan percepatan pemulihan setelah latihan.
Latihan mengangkat beban konsumsi protein dapat merangsang proses yang disebut “sintesis protein otot”, merupakan sebuah proses alami pembentukan otot baru dan memperbaiki jaringan otot yang rusak.
Efek ini akan meningkat apabila dibarengi dengan konsumsi protein baik sebelum maupun sesudah latihan. Takaran protein yang diperlukan masih menjadi perdebatan para ahli, sebagian besar percaya bahwa cukup konsumsi 20 sampai 25 gram protein cukup untuk memaksimalkan sintesis protein otot.
Konsumsi protein juga dapat mendukung penurunan berat badan dan kontrol kalori. Kandungan protein dapat meningkatkan pelepasan hormon yang mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.
Baca Juga: Hatur Nuhun Lagi, Persib Depak Ricky Kambuaya ke Dewa United
Penelitian juga menunjukkan diet tanpa konsumsi protein pun tidak menunjukkan perbedaan besar dibanding penggunaan diet protein tinggi.
Perlu atau tidaknya penggunaan protein hal itu didasarkan pada tubuh masing-masing individu, para ahli tetap menyarankan konsumsi makanan utuh sebagai sumber energi dan nutrisi tubuh kita.
Penggunaan protein tambahan mungkin tidak ada salahnya selama digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda. Kontributor: R. Inayah.
Perlukah Konsumsi Protein Selama Olahraga? Begini Penjelasan Para Ahli
LINIMASA - Dahulu protein hanya dikonsumsi oleh binaragawan, akhir-akhir ini semakin banyak suplemen olahraga yang dikonsumsi oleh kalangan biasa.
Berbagai produk dalam bentuk bubuk hingga pil dipsarkan sebagai bagian penting dalam upaya menjadi bugar.
Dikutip dari laman Sciencealert.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung gym menjadikan minuman protein sebagai bagian dari olahraga yang dilakukan.
Protein memang penting untuk tubuh kita, protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan rusak, sumber energi dan membentuk hormon dan enzim.
Banyak orang mengonsumsi protein untuk menambah massa otot, menurunkan berat badan dan membantu kinerja optimal latihan mereka.
Namun, apakah semua orang perlu untuk mengonsumsi makanan atau minuman mengandung protein tinggi?
Menurut para ahli menyebutkan bahwa konsumsi protein dibutuhkan untuk meningkatkan kebugaran, membentuk otot dan percepatan pemulihan setelah latihan.
Latihan mengangkat beban konsumsi protein dapat merangsang proses yang disebut “sintesis protein otot”, merupakan sebuah proses alami pembentukan otot baru dan memperbaiki jaringan otot yang rusak.
Efek ini akan meningkat apabila dibarengi dengan konsumsi protein baik sebelum maupun sesudah latihan. Takaran protein yang diperlukan masih menjadi perdebatan para ahli, sebagian besar percaya bahwa cukup konsumsi 20 sampai 25 gram protein cukup untuk memaksimalkan sintesis protein otot.
Konsumsi protein juga dapat mendukung penurunan berat badan dan kontrol kalori. Kandungan protein dapat meningkatkan pelepasan hormon yang mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang.
Penelitian juga menunjukkan diet tanpa konsumsi protein pun tidak menunjukkan perbedaan besar dibanding penggunaan diet protein tinggi.
Perlu atau tidaknya penggunaan protein hal itu didasarkan pada tubuh masing-masing individu, para ahli tetap menyarankan konsumsi makanan utuh sebagai sumber energi dan nutrisi tubuh kita.
Penggunaan protein tambahan mungkin tidak ada salahnya selama digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda. Kontributor: R. Inayah.
Berita Terkait
-
Joget sambil Pamer Body Langsing, Melly Goeslaw Malah Kena Nyinyir Netizen: Aku Kira Aming
-
Diduga Terima Cuan Kasus BTS 4G Kominfo, Menpora Dito Ariotedjo: Saya Tidak Tahu Apa-Apa
-
Diduga Terlibat dalam Kasus Korupsi Johnny Plate, Kejagung Panggil Menpora Senin Besok
-
Fadly Faisal Kepergok 'Main Keringat' bareng Rebecca Klopper, Putus Gak sih?
-
Apakah Anak yang Tiap Hari Mengkonsumsi Daging Bisa Hiperaktif? Begini Kata dr. Zaidul Akbar
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Anak Minta Menginap, Paula Verhoeven Singgung Izin Baim Wong: Keputusan Ada di Satu Pihak
-
Apakah Retinol Bisa Dipakai untuk Kulit Kering? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Ringan
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Beckham Putra Pulih, Siap Bikin Ratchaburi FC Merana di Duel Hidup Mati GBLA Nanti!
-
Ragam Kuliner Halal Kawasan Pecinan Glodok, Coba Dulu Sekali Setelah Itu Pasti Tahu Rasanya
-
Beda RAM dan ROM di Ponsel, Mana yang Lebih Penting saat Beli HP Baru?
-
Dean James dan Calvin Verdonk Kini Satu Atap, Apanya Tuh?
-
Borussia Monchengladbach Krisis: Minus Kevin Diks, Pemain Lain Dianggap Jadi Beban
-
3 Alasan Pelatih Ajax Belum Mau Mainkan Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes
-
Tak Hanya Angpao, Ini 5 Inspirasi Kado Imlek yang Penuh Makna