/
Senin, 17 Juli 2023 | 12:06 WIB
Ilustrasi mata uang kripto atau cryptocurrency. (Unsplash/Traxer)

LINIMASA - Perusahaan bursa pertukaran kripto terbesar dunia, Binance dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.000 karyawannya. 

PHK tersebut mengejutkan beberapa pihak di tengah situasi perusahaan yang kini ditinggal para bos eksekutifnya. 

Di antara alasan para eksekutif Binance meninggalkan perusahaan tersebut karena adanya gugatan yang dilayangkan Securities and Exchange Commission (SEC) dan tuntutan hukum dari Departemen Kehakiman AS terkait dugaan melanggar aturan perdagangan kripto. 

Melansir laman Reuters, Senin (17/7/2023), informasi terkait PHK di Binance tersebut disebutkan oleh salah satu narasumber yang mengetahui masalah tersebut tapi enggan disebutkan namanya alias anonim. 

The Wall Street Journal pun mengungkap kabar pemberhentian karyawan oleh Binance sejak beberapa pekan terakhir. 

Namun, CEO Binance, Changpeng Zhao membantah isu PHK besar-besaran tersebut. Menurutnya, Binance memang melakukan beberapa pemutusan kerja kepada karyawannya tapi angkanya tidak sebesar seperti yang dimuat di media. 

"Saat kami terus berusaha untuk meningkatkan kepadatan talenta, ada pemutusan hubungan kerja yang tidak disengaja. Hal ini terjadi di setiap perusahaan. Jumlah yang dilaporkan oleh media jauh sekali," cuit Zhao. Ia pun menambahkan bahwa perusahaan tersebut 'masih merekrut."

Dengan PHK sekitar 1.000 lebih karyawan ini, maka jumlah pekerja perusahaan kripto ini dikabarkan berkurang cukup besar, dari sebelumnya tercatat sekitar 8.000 karyawan.

Baca Juga: Cek Fakta: Park Hang-seo Merapat ke Persib, Brwa Nouri Gantikan Tyronne del Pino

Load More