/
Rabu, 19 Juli 2023 | 13:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (Suara.com/Alfian Winanto)

LINIMASA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan ngamuk mengetahui data Bank Dunia terkait indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia yang anjlok dari 46 ke 63 pada tahun ini.

Politisi Partai Golkar tersebut mengaku kecewa dengan laporan Bank Dunia tersebut. Makanya, Luhut mengaku bakal memanggil perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen untuk memberikan penjelasan terkait anjloknya peringkat LPI Indonesia. 

"Kita tidak boleh menutup diri kalau harus ada perbaikan, gak perlu kecil hati, tapi harus transparan. Karena itu saya akan panggil nanti World Bank, saya mau tanya 'Heh (Bank Dunia), di mana (kekurangan Indonesia), tell me!'. Supaya kita tahu, diperbaiki," kata Luhut di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023).

"Jangan tiba-tiba kita turun 17 peringkat dari 46 (LPI 2018) jadi 63," tambahnya. 

Ia pun mengaku geram atas penilaian banyak orang termasuk pengamat atas kondisi logistik di Tanah Air. Menurutnya, mereka kerap membandingkan kualitas pelabuhan Indonesia dengan Singapura ataupun Malaysia. Hal tersebut, kata dia, tak bisa dibandingkan hanya bermodalkan data pas-pasan. 

"Di antara negara-negara Asean (Asia Tenggara), peringkat LPI seperti ini tertinggi Singapura. Singapura tertinggi jumlah penduduk 6 juta, pelabuhannya cuma 1, relatif pasti oke lah. Saya tidak setuju kalau orang bandingkan, tidak apple to apple juga apa yang terjadi," katanya. 

Menurutnya, sejak 2019, pemerintah telah berhasil menekan biaya logistik di pelabuhan Indonesia. Perbaikan tersebut diklaimnya tercermin dari total  biaya yang dikeluarkan masyarakat di pelabuhan yang turun dari 23,9 persen menjadi sekitar 16 persen saja. 

Load More