LINIMASA - Beredar kabar yang menarasikan bahwa pelatih anyar Persib Bandung Bojan Hodak kaget dengan sambutan suporter Persib atau yang dikenal dengan sebutan bobotoh.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Kilas Football melalui sebuah unggahan video berdurasi 4 menit 30 detik pada Kamis (27/7/2023).
"MerindingBojan Hodak Kaget Dengan Sambutan Bobotoh Persib, Ezra Beri Komentar Luar Biasa,No AwayDay," judul unggahan video itu.
Thumbnail video memperlihatkan foto Bojan Hodak mengenakan kaos berlogo Persib dan terlihat sedang berjalan. Ada pula foto Ezra Walian dengan latar foto puluhan bobotoh.
"Bojan Hodak kagum dengan sambutan bobotoh," narasi yang ditulis dalam gambar sampul video.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Cek fakta
Setelah ditonton hingga akhir, isi video tersebut hanya membahas tentang pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak yang resmi direkrut Persib juga followers akun Instagram Bojan Hodak yang tiba-tiba bertambah pesat setelah mantan pelatih Kuala Lumpur City FC tersebut diumumkan menukangi Persib.
Narator menyebutkan bahwa Bojan Hodak mengaku kagum dengan bobotoh Persib, tapi narator tak mencantumkan bukti valid ataupun keterangan resmi terkait klaim tersebut.
Hingga kini, Bojan Hodak belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan dirinya bergabung dengan Persib guna menggantikan Luis Milla. Apalagi mengomentari sambutan Bobotoh.
Thumbnail video tersebut pun merupakan hasil editan alias rekayasa digital seolah menyiratkan bahwa bobotoh menyambut kedatangan Bojan Hodak. Faktanya, Persib belum mengenalkan Bojan Hodak secara langsung melainkan hanya menginformasikan peresmian Hodak via jagat maya saja.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video kanal YouTube Kilas Football berjudul "MerindingBojan Hodak Kaget Dengan Sambutan Bobotoh Persib, Ezra Beri Komentar Luar Biasa,No AwayDay," merupakan informasi keliru.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Tak Perlu Khawatir
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar