LINIMASA - Penggawa Timnas Indonesia, Saddil Ramdani dikabarkan diusir dari Indonesia. Bahkan, disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi turun tangan untuk mengusir Saddil Ramdani.
Disebutkan bahwa Saddil Ramdani sering tentang kebijakan PSSI hingga berujung pada pengusiran penggawa Sabah FC itu.
Kabar tersebut dibagikan kanal YouTube SPORT NEWS pada Rabu (30/8/2023). Kanal tersebut mengunggah video berdurasi empat menit 30 detik.
"RIWAYAT PENGHIANAT TAMAT!!JOKOWI TURUN TANGAN LANGSUNG USIR PENGHIANAT INDONESIA SADIL RAMDANI.." judul unggahan video.
"Sering menentang kebijakan PSSI, Jokowi usir paksa penghianat Sadil Ramdani," narasi yang tertulis dalam thumbnail video.
Lantas, benarkah klaim video tersebut?
Setelah ditonton hingga akhir, isi video sama sekali tidak membahas tentang Presiden Jokowi yang mengusir Saddil Ramdani karena pilih dinaturalisasi oleh Malaysia.
Di bagian awal video, berisi tentang wawancara Saddil Ramdani dengan salah satu media Malaysia. Wawancara itu terkait apakah Saddil Ramdani akan tetap bertahan di Sabah FC atau hengkang.
Baca Juga: Alasan Nadiem Makarim Hapus Kewajiban Mahasiswa S1 dan D4 Bikin Skripsi
Di bagian lain, ditampilkan pula komentar pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana yang berkomentar terkait polemik Saddil Ramdani dengan Timnas Indonesia.
Tidak ada kesesuain antara klaim yang disebut dalam judul dan thumbnail dengan bahasan yang disampaikan dalam isi video.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim menyebut Presiden Jokowi turun tangan usir Saddil Ramdani merupakan informasi menyesatkan alias hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi
-
Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT