LINIMASA - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dikabarkan tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Disebutkan bahwa kasus 'kardus durian' kembali masuk dalam penyidikan lembaga antirasuah.
Klaim tersebut dibagikan oleh kanal YouTube PAKDE TV melalui sebuah unggahan video berdurasi 8 menit 5 detik, pada Rabu (6/9/2023). Baru tayang satu jam, video tersebut sudah ditonton 1,3 ribu kali.
"Cak Imin Tiba Digedung KPK, Kasus Kardus Durian Kini Masuk Dalam Penyidikan KPK!" judul unggahan video.
Thumbnail video menampilkan Cak Imin tampak sedang ditodong perekam suara oleh awak media. "Breaking News!! Cak Imin Tiba di Dedung KPK, Kasus Kardus Durian Akhinya Didalami oleh Penyidik," narasi yang ditulis dalam thumbnail video.
Lantas benarkah klaim video tersebut?
Di bagian awal video ditampikan wawancara Menkopolhukam, Mahfud MD yang berkomentar terkait pemanggilan Cak Imin oleh KPK.
Selain itu, ada pula wawancara beberapa politisi PKB yang menjawab terkait panggilan KPK untuk diperiksa oleh KPK.
Tidak ada bukti valid yang disodorkan sebagai bukti bahwa Cak Imin datang ke gedung KPK sebagaimana dinarasikan dalam judul dan thumbnail video.
Baca Juga: Pemanggilan KPK Disebut Upaya Jatuhkan Cak Imin, Ketum PKB: Gak Tahu Saya
Isi video pun hanya membahas terkait kabar pemanggilan Cak Imin oleh KPK dan mendapat respon dari beberapa tokoh politik nasional.
Tidak ada kesesuaian antara judul dan thumbnail dengan isi video. Thumbnail video pun merupakan hasil editan seolah Cak Imin mendatangi KPK.
Faktanya, foto yang dijadikan thumbnail video merupakan kejadian saat Cak Imin datang ke Gedung KPK untuk diperiksa saat menjadi saksi kasus korupsi dan dugaan pemerasan dalam kegiatan Kemenakertrans tahun anggara 2013-2014.
Kedatangan Cak Imin tersebut terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2015 silam. Alhasil, narasi yang disampaikan dalam thumbnail merupakan keliru.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan video berjudul "Cak Imin Tiba Digedung KPK, Kasus Kardus Durian Kini Masuk Dalam Penyidikan KPK!" merupakan informasi keliru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing
-
Waspada Timnas Indonesia! St Kitts and Nevis Diperkuat 9 Pemain Didikan Liga Inggris
-
Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan
-
Huawei Enjoy 90 Pro Max Bocor! Baterai 8.500mAh Siap Gegerkan Pasar HP Midrange
-
Wisata Bus Tanpa Atap di PIK: Pengalaman Menikmati Jakarta dari Perspektif Baru yang Tak Biasa!
-
Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS
-
Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang
-
Bencana Hidrometeorologi Terjang Sejumlah Daerah saat Lebaran 2026
-
Ancaman 'Kiamat' Energi: Trump Beri Ultimatum, Guncang Pasokan Migas Dunia
-
OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Jiwasraya, Bagaimana Hak Peserta?