LINIMASA - Putri Anne dikabarkan memberikan sindiran kepada Amanda Manopo yang baru saja menjalani pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan promosi judi online.
Disebutkan pula seolah Putri Anne menyebut Amanda Manopo kena karma karena sudah menjadi pelakor yakni Arya Saloka.
Kabar tersebut dibagikan kanal YouTube OFFI CHANNEL melalui sebuah unggahan video berdurasi delapan menit dua detik pada Rabu (4/10/2023).
"Saat live putri anne sindir karma pelakor saat tau manda dipanggil polisi kasus judi online," judul unggahan video tersebut.
Thumnail video memberlihatkan kolase foto Putri Anne dan Amanda Manopo. "Sebut2 sebagai karma pelakor, Putri Anne sindir Manda yg dipanggil polisi dengan kasus judi online," narasi yang ditulis dalam thumnnail video.
Lantas, benarkah klaim video tersebut? hingga artikel ini ditulis video tersebut sudah ditonton sebanyak 611 kali penayangan.
Setelah ditonton hingga akhir, video tersebut sama sekali tidak menyinggung ihwal Putri Anne yang menyindir Amanda Manopo melalui sebuah live seperti yang tertera dalam judul.
Tidak dijelaskan maksud sindiran yang dilakukan Putri Anne kepada Amanda Manopo seperti yang disinggung dalam judul dan thumnail video.
Baca Juga: Dua Laga Berat Menanti Persib, Bojan Hodak: Sulit tapi...
Narator dalam video hanya menjelaskan tentang kehadiran Amanda Manopo memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait pemeriksaan kasus dugaan promosi judi online.
Narator pun membacakan ulang komentar fans Amanda Manopo yang memberikan dukungan kepada sang artis.
Tidak ada kesesuaian antara klaim yang disebut dalam judul dan thumbnail video dengan topik pembahasan dalam isi video.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim menyebut Putri Anne sindir Amanda Manopo kena karma pelakor saat dipanggil polisi untuk diperiksa kasus promosi judi online merupakan informasi keliru alias hoaks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel