LINIMASA - Mantan politisi PDIP, Budiman Sujatmiko menyarankan agar Prabowo Subianto menemui Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri jika saja berencana menjadikan Gibran Rakabuming sebagai pendampingnya di kancah Pilpres 2024 mendatang.
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming memang dikabarkan jadi kandidat kuat sebagai cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Namun, Budiman menilai Prabowo harus izin ke Megawati mengingat Gibran kini berstatus sebagai kader PDIP.
"Kalau memang Pak Prabowo mau ambil Mas Gibran, bukan tanya kepada bapaknya, melainkan tanya ketua umum partainya, Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Budiman dilansir dari ANTARA, Rabu (18/10/2023).
Menurutnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak dalam kapasitas untuk ditanya ihwal izin untuk meminang Gibran. Budiman mengatakan pihak yang paling pas untuk diminta izin adalah PDI Perjuangan, dalam hal ini tentu saja Megawati.
"Ini yang menurut saya Pak Jokowi tidak dalam posisi layak untuk ditanya, yang layak untuk ditanya adalah ketumnya PDI Perjuangan atau wasekjen atau apa pun," ucapnya.
Selain itu, Budiman menilai Gibran menjadi sosok anak muda yang cocok menjadi pendamping Prabowo yang kini menginjak usia 72 tahun. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut cocok dipasangkan dengan sosok yang lebih muda agar tetap menjaga keseimbangan.
"Saya pernah juga sampaikan kepada Pak Prabowo Subianto bahwa mengingat usia beliau yang sudah senior, memang layak didampingi oleh yang lebih muda," katanya.
Budiman mengatakan sudah jauh-jauh hari membicarakan perihal sosok Gibran yang berpeluang menjadi cawapres dengan Prabowo, sebelum adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi batas usia capres/cawapres menjadi 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah.
"Ketika saya bertanya bagaimana dengan Pak Jokowi, bagi beliau, ya, mentor. Namanya mentor itu memberi masukan. Akan tetapi, bukan menentukan," katanya.
Baca Juga: Tyronne del Pino Balik ke Persib, Kode Levy Madinda Out?
Gibran sendiri menegaskan kalau dirinya masih merupakan kader PDIP. Hal tersebut diungkapkan Gibran saat dirumorkan akan segera berbelot ke Partai Golkar guna memuluskan jalan sebagai Cawapres. "Iya (tetap di PDID)," ucap Gibran.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti