Game merupakan salah satu pelarian terbaik untuk menyenangkan diri yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tak terkecuali oleh anak-anak. Pada kenyataannya, bermain game dapat meningkatkan kreativitas dan dapat mengasah otak anak, namun harus dibatasi agar tidak menjadi kebiasaan buruk bagi anak.
Semakin populernya game berbasis online yang dapat dimainkan di smartphone, membuat anak-anak semakin mudah memainkan game online dimanapun dan kapanpun. Peran orang tua tentunya diperlukan untuk mengawasi si kecil supaya tidak kecanduan dalam bermain game.
Banyak sisi positif dalam bermain game yang dapat membantu perkembangan anak, namun ketika anak kecanduan dalam bermain game, faktor psikologis anak serta kesehatan fisiknya dapat terganggu. Berikut adalah tips-tips yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi kecanduan anak bermain game:
Bersikap Tegas, Jangan Keras
Bersikap tegas terhadap si kecil sangatlah penting dalam perkembangan masa kecil mereka. Orang tua dapat mengajarkan si kecil secara tegas namun lembut tentang kecanduannya dalam bermain game, jangan sampai orang tua terlalu keras dalam mendidik si kecil karena dapat mempengaruhi kesehatan mental serta fisik si kecil
Orang tua dapat menetapkan peraturan kepada si kecil seperti menyelesaikan tugas sekolahnya terlebih dahulu sebelum bermain game atau dengan menetapkan jam-jam tertentu bagi si kecil untuk bermain game.
Dengan bersikap tegas, orang tua dapat mengurangi kecanduan si kecil dalam bermain game secara signifikan dan mengajarkan anak untuk patuh kepada orang tuanya.
Ajari Anak Sosisalisasi
Orang tua dapat mengajarkan si kecil untuk bersosialisasi dengan keluarga atau teman sebayanya. Ketika si kecil sering berinteraksi dengan keluarga atau teman sebayanya, si kecil akan mulai secara perlahan mengurangi aktivitasnya dalam bermain game.
Akan tetapi,orang tua harus mendampingi si kecil dalam bersosialisasi agar si kecil tidak terjerumus ke dalam kegiatan sosialisasi yang cenderung negatif dan dapat berakibat buruk bagi si kecil.
Eksplorasi Bakat Anak
Orang tua dapat mencegah kecanduan si kecil dalam bermain game dengan mencari tahu bakat apa yang dimilikinya dan menerapkannya sebagai gaya hidup baru untuknya.
Apabila si kecil senang berolahraga fisik seperti sepak bola, ajak ia untuk menggeluti dunia sepak bola lebih dalam dengan mengajak si kecil bergabung ke dalam akademi sepak bola atau ekskul di sekolahnya.
Cara ini terbukti efektif untuk melepas anak dari kecanduannya bermain game sekaligus mengasah bakat anak dalam bidang-bidang tertentu yang ia sukai.
Jauhkan Gadget atau Konsol dari Anak
Jauhkan gadget atau konsol dari anak terbukti cukup ampuh untuk mengurangi kecanduan anak dalam bermain game. Hal tersebut dapat membiasakan si kecil untuk mencari aktivitas baru dan orang tua dapat membimbing si kecil untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi si kecil.
Namun dalam prosesnya, biasanya si kecil akan merengek dan menangis karena tidak dapat bermain game. Di saat itu, orang tua harus bersifat tegas dan menasihati si kecil untuk tidak bermain game terlalu sering dan membimbingnya untuk melakukan aktivitas positif bagi si kecil.
Bicarakan Dampak Negatif Bermain Game Kepada Anak
Mulai ajarkan si kecil untuk memikirkan hal-hal apa saja yang berdampak buruk kepadanya. Jelaskan dampak negatif apa saja ketika si kecil bermain game secara berlebihan.
Jelaskan dampak negatif kepada si kecil seperi nilai pelajarannya yang menurun di sekolah, fisiknya yang mulai gampang kelelahan dan tidak dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Menunjukan dampak negatif dalam bermain game kepada si kecil dapat mempengaruhi pikiran si kecil untuk mengurangi durasinya dalam bermain game.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
-
7 HP Gaming Paling Murah dengan RAM Besar, Solusi Main Game Lancar Anti Lag
-
Pertamina Rampingkan 15 Anak Usaha
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 11 Februari: Ada M1014 Green Flame Draco dan Emote
-
Febby Carol Bantah Tudingan Inara Rusli soal Anak-anaknya Terpapar Asap Rokok di Rumah Virgoun
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepeda Paling Enteng Digowes di Jalur Menanjak, Dijamin Nggak Bakal Ngoyo
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
-
Ini 3 Poin Penting Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung Kata dr Yislam Aljaidi
-
Tanpa Berlusconi, AC Milan Kehilangan Jati Diri, Balik ke Liga Champions Jadi Kunci
-
Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
-
Franck Ribery Terseret Epstein File, Fakta Kasus Prostitusi Gadis 14 Tahun Terkuak
-
Peluang Tipis di ACL 2! Persib Takluk 0-3 dari Ratchaburi FC, Bojan Hodak Soroti Gol Cepat
-
Jordi Cruyff Janji Ajax Bakal Jor-joran di Bursa Transfer, Rekrut Pemain Timnas Indonesia Lagi?
-
11 Tanda Tanah Tiba-tiba Ambles Kayak Fenomena Sinkhole Situjuah Limapuluh Kota, Waspada!