- Pertamina merampingkan 15 anak usaha menjadi 242 perusahaan untuk memperkuat fokus pada sektor inti energi nasional.
- Penataan ini dilakukan melalui integrasi atau divestasi, terutama bisnis non-inti, sesuai arahan pemerintah.
- Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi, nilai tambah, serta mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) merampingkan sebanyak 15 anak usahanya sebagai bagian dari penataan bisnis untuk memperkuat fokus pada sektor inti energi dan ketahanan energi nasional.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono yang menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar badan usaha milik negara (BUMN) memusatkan bisnis pada fungsi utama yang bernilai strategis.
“Dari 257 perusahaan, sekarang sudah menjadi 242. Ini bukan menghilangkan bisnis, tetapi menata agar Pertamina lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan,” kata Agung dalam acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan penataan dilakukan melalui penggabungan, integrasi, maupun divestasi entitas, khususnya pada bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan sektor inti energi.
Menurut Agung, prinsip utama penataan tersebut adalah memastikan seluruh lini usaha Pertamina mendukung ketahanan energi nasional, mulai dari pengelolaan terminal energi, distribusi bahan bakar dan LPG, hingga pengembangan energi bersih.
“Yang paling penting bukan jumlahnya, tetapi setiap perusahaan harus mendukung ketahanan energi. Itu prinsip utamanya,” ujarnya.
Agung menambahkan, sebagian entitas yang dirampingkan merupakan special purpose vehicle (SPV) di subholding pelayaran yang fungsi bisnisnya tetap berjalan, namun diintegrasikan ke dalam struktur yang lebih efisien.
Sementara itu, lanjut dia, bisnis non-inti seperti layanan kesehatan, perhotelan, dan penerbangan secara bertahap akan diselaraskan dan dikelompokkan bersama Danantara sesuai dengan fungsi sektoralnya.
“Bisnis-bisnis yang sifatnya non-core (tidak inti) akan diselaraskan, bukan dihilangkan, agar pengelolaannya lebih fokus dan terintegrasi,” ucap Agung.
Baca Juga: Pertamina Ekspor Minyak BUCO saat Pandemi, Eks Wamen: Kalau Tidak, Rugi Semua
Ia mengungkapkan pada 2026 Pertamina telah menyiapkan pipeline penataan lanjutan terhadap sekitar 38 entitas, termasuk sekitar 12 perusahaan rumah sakit yang tergabung dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC).
Menurut dia, proses penataan lanjutan tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan tata kelola yang baik, sejalan dengan transformasi bisnis Pertamina.
Langkah perampingan anak usaha tersebut juga sejalan dengan strategi transformasi Pertamina untuk memperkuat daya saing global dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor melalui penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Pertamina menegaskan penataan struktur usaha menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan perusahaan tetap fokus pada bisnis energi nasional sekaligus mampu beradaptasi dengan tuntutan transisi energi dan keberlanjutan.
Berita Terkait
-
Kerry Riza: 15 Tahun Bersama Pertamina, Malah Dikasuskan
-
Jadi Saksi Mahkota, Kerry Riza: Pertamina Untung Rp17 T dari Penyewaan Terminal BBM OTM
-
Pertamina EP Raup EBITDA USD 887,44 juta di 2025
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
Isi Bensin Full Tank Jadi Lebih Hemat? Ini Harga Pertamax Terbaru Februari 2026
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?