Siaran televisi atau siaran TV analog di Indonesia telah memasuki fase final Analog Switch Off (ASO) terhitung sejak 2 November 2022 pukul 24.00 WIB lalu. Tepatnya, pemerintah lewat lembaga yang mengkoordinasikan dan mengawasinya, telah memastikan hal itu lewat sebuah acara resmi pada Rabu (2/11) tengah malam lalu.
Namun sejatinya, fase ini baru dijalankan khususnya di wilayah Jabodetabek, tepatnya di 14 wilayah kabupaten/kota. Meski demikian, tentu jumlah keluarga pemilik televisi yang terdampak cukup banyak. Salah satu dampaknya adalah bagi mereka yang hanya memiliki televisi analog, perlu menambahkan perangkat decoder yang dikenal dengan nama set top box (STB).
Dalam beberapa bulan terakhir, STB atau set top box ini mungkin sudah cukup banyak diketahui atau didengar namanya oleh masyarakat, terutama sejak makin gencarnya pemerintah mensosialisasikan program perpindahan siaran analog ke digital. Hanya saja, sampai dengan tanggal analog switch off kemarin, mungkin masih belum cukup banyak yang memiliki perangkat ini.
Padahal juga, pemerintah jauh-jauh hari sudah siap menyediakan STB gratis, khususnya untuk kalangan masyarakat kurang mampu. Walaupun jumlahnya masih belum pasti berapa yang telah tersedia dan yang telah didistribusikan, keberadaan set top box gratis ini disebut-sebut memadai.
Khususnya dalam beberapa pekan terakhir, juga telah makin gencar disosialisasikan bagaimana syarat dan cara mendapatkan perangkat set top box gratis ini. Lalu apakah hari ini, ketika siaran TV analog terhitung sudah hampir dua hari resminya dimatikan, STB gratis tersebut masih tersedia? Idealnya memang masih ada, tapi untuk memastikannya warga yang membutuhkan perlu mengontak lembaga terkait.
Lantas, apa saja syarat dan bagaimana cara memastikan serta cara mendapatkan set top box gratis ini? Berikut beberapa poin pedoman yang sebelum ini sudah disosialisasikan pemerintah, berdasarkan rilis resmi maupun keterangan yang sudah disebarluaskan.
Disebutkan pemerintah sebelumnya, kriteria penerima bantuan STB gratis di Jabodetabek tersebut antara lain adalah yang bersumber dari data rumah tangga miskin (RTM) yang telah terdaftar pada data carik desil 1 Provinsi DKI Jakarta.
Lebih lengkapnya, berikut syarat-syarat umum untuk mendapatkan bantuan set top box gratis dari pemerintah tersebut:
-Warga Negara Indonesia (harus dibuktikan dengan KTP dan KK sebagai pelengkap) dan tergolong rumah tangga miskin dan mempunyai televisi
-Harus terdaftar dalam DTKS Kemensos atau data perangkat daerah di bidang sosial
-Lokasi penerima bantuan harus berada dalam cakupan yang terdampak ASO
Baca Juga: RCTI, MNC, INews, GTV Matikan Analog Malam Ini, Klaim Taat Hukum Namun Akan Memperkarakan
Cara mendapatkan set top box (STB) gratis dari pemerintah:
-Mendaftarkan diri ke DTKS Kemensos dan memiliki satu unit TV analog di rumah
-Menyiapkan NIK KTP dan Kartu Keluarga (KK)
-Mendaftar secara online melalui aplikasi Cek Bansos
-Pada aplikasi Cek Bansos, lakukan pengecekan apakah nama Anda sudah terdaftar di DTKS Kemensos
-Jika sudah tervalidasi, nantinya Anda akan mendapatkan set top box gratis
Dalam poin lainnya, telah disampaikan pula mekanisme pengajuan bantuan STB gratis secara mandiri, yaitu sebagai berikut:
-Membuka website https://cekbantuanstb.kominfo.go.id/
-Memasukkan NIK dan kode captcha pada kolom yang tersedia
-Klik "Pencarian"
-Jika terdaftar sebagai penerima bantuan, maka dapat menghubungi Call Center 159 atau mendatangi lokasi Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB dengan membawa KTP dan KK asli
-Jika mengalami kendala dalam mengakses website, masyarakat dapat menghubungi Call Center 159 atau nomor telepon posko
Demikian antara lain panduan untuk syarat, juga cara memastikan dan cara mendapatkan set top box atau STB gratis dari pemerintah, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang belum memperolehnya.
Tag
Berita Terkait
-
Distribusi Set Top Box Gratis di Jabodetabek Sudah Capai 99,3 Persen
-
Mahfud MD: Masyarakat Jabodetabek Siap Beralih ke TV Digital
-
RCTI, MNC, INews, GTV Matikan Analog Malam Ini, Klaim Taat Hukum Namun Akan Memperkarakan
-
15 Tips Mencegah Baterai Smartphone Cepat Habis, Jangan Di Charge Sampai 100 Persen
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Pajak Motor Mati 5 Tahun di Jakarta? Segini yang Bisa Dihemat Selama Pemutihan 2026
-
Local Pride Mendunia! 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Kualitas Bintang 5 Juni 2026
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Panduan Rute Lengkap Dari Cibinong Menuju Pendopo Malasari Nanggung
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya