/
Rabu, 16 November 2022 | 14:46 WIB
Tangkapan layar insta_julid Rizky Billar (instagram/insta_julid)

Pasca kasus KDRT yang menimpa pasangan selebritis Rizky Billar dan Lesti Kejora, keduanya tak begitu aktif lagi berkarya di dunia hiburan. Terlebih beberapa menyebut bila  Billar telah diboikot untuk tampil di layar televisi.

Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan ketika  Billar diwawancarai awak media yang diunggah akun Instagram insta_julid. Dengan rambut yang terlihat basah dan wajah bare face, ia tampak terburu-buru menjawab pertanyaan para wartawan soal hutang.

Dirinya mengaku tidak pernah berhutang kepada siapapun sejak dulu. Klarifikasi ini seolah menepis berbagai rumor buruk yang beredar mengenai kondisi keuangannya.

"Insyaallah sejak dulu saya tidak pernah terlibat hutang di mana pun," tuturnya penuh keyakinan.

Dirinya juga menjawab pertanyaan seputar kehidupannya kini pasca kasus KDRT yang melanda. Ia menyebut bila kini lebih fokus untuk menjalani hidup.

Jawaban ini juga seolah menjadi jawaban pasca ketidak hadiran keluarga Leslar di berbagai media sosial. Selain itu pernyataan ini seolah menguatkan ucapan mantan manager Leslar yang menyinggung soal bubarnya Leslar Entertainment.

"Kalau mungkin Leslar Entertainment itu sudah tidak diaktifkan lagi, mungkin itu karena rehat sejenak, memperbaiki dalam internalnya segala macam dulu," ungkap Derry Saputra dilansir dari kanal Youtube Cumi-cumi.

Sontak saja penyataan Billar tersebut menuai kritikan dari warganet. Pasalnya banyak yang menduga bila ia tidak mengetahui terkait masalah hutang lantaran selama ini Lesti yang membiayai hidupnya.

Seorang warganet menulis, "Iya dia engga punya hutang orang istrinya yg bayar. Gue sih engga percaya sama laki laki kdrt sama perempuan, pencitraan luh!"

Baca Juga: Anies Baswedan Hadiri Deklarasi di Sleman, Disambut Lukisan Besar Wajahnya di Pintu Utama

"Dia mana tau kalo punya utang, tanya istrinya lah,"sahut warganet lainnya.

"Pinter Lar karena semua hutang-hutang itu atas nama dedekmu," celetuk salah satu warganet.

Load More