Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara soal dugaan pungutan liar (pungli) yang ada di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Bekasi.
Melalui akun Twitter-nya, @ridwankamil menegaskan bahwa di sekolah negeri tidak boleh ada pungli karena anggaran pendidikan di sekolah negeri sudah diurus oleh negara.
"Tidak boleh ada pungutan apa pun di sekolah negeri baik SMA/SMK/SLB yang menjadi kewenangan provinsi," tulis pria yang kerap disapa Kang Emil pada Rabu (16/11/2022).
Kang Emil lantas menjelaskan jika memang ada urgensi sehingga perlu dilakukan pungutan kepada para siswa, maka pihak sekolah harus mendapatkan izin tertulis dari gubernur.
Lebih lanjut, mengenai kasus dugaan pungli yang ada di SMA 3 Kota Bekasi, pihaknya telah mengirimkan Kadisdik untuk mengusut kasus ini.
"Saya sudah mengirimkan Kadisdik untuk menelusuri pungutan di atas dan segera memberi sanksi jika ada pelanggaran aturan yang disengaja oleh sekolah yang bersangkutan," lanjut Kang Emil.
Dalam cuitannya, suami dari Atalia Praratya ini menerangkan jika terjadi kasus yang sama, maka warga bisa melapor kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat.
"Jika ada praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah menengah negeri lainnya, segera lapor kepada @disdik_jabar. Hatur nuhun," pungkasnya.
Respons Warganet
Tak berselang lama, cuitan ini langsung banjir berbagai respons dari warganet. Beberapa warganet mengungkapkan jika ada pihak keluarganya yang mengalami kasus yang serupa.
"Sekolahnya panik," ujar warganet.
"Sikat kepala sekolahnya," terang warganet lain.
"Adik saya sekolah di salah satu SMA Negeri Bekasi juga begini Pak Gubernur. Usut!" imbuh warganet lain.
"Banyak pak yang kayak gitu, apalagi pas kemarin PPDB. Masa ada yang namanya titip nama ke guru dan bayar," tambah warganet lain.
"Jika ada yang ketahuan seperti ini lagi dan nggak ada sanksi tegas ya akan banyak oknum yang coba-coba, komentar warganet lainnya lagi.
Berita Terkait
-
Minta Sumbangan ke Orang Tua hingga Rp4,5 Juta, Akun Instagram SMA 3 Kota Bekasi Banjir Cemooh
-
Termasuk Sekolah Favorit di Bekasi, Kok Ada Biaya Tak Terduga di SMA 3? Siswa 'Dipalak' Rp300 Ribu Sampai Lulus
-
Pelaku Tabrak Lari Ancam Tembak Anak Anggota DPRD Kota Bekasi, Melas Terlilit Utang Kini Jessica Iskandar Dihujat
-
Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi Sudah Melarikan Diri, Disdik: Kita Kecolongan!
-
Elektabilitas Masih Rendah, Pengamat Minta Aher Rajin 'Muter-Muter' ke Pulau Jawa sampai Sumatra Sebelum Jadi Cawapres Anies Baswedan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
-
Siapa John Lennon 07? Sosok di Balik Kode Rahasia Suap Tambang Ketua Ombudsman
-
Di Balik Kenaikan Tarif Visa Jepang: Ada Saringan Kelas yang Disembunyikan?
-
Eks Bos ASTRA Infra Port Easkal Wisnu Prabakti Diperiksa KPK Terkait Korupsi Investasi RI-Jepang
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
5 Kulkas Tanpa Bunga Es Harga Rp3 Jutaan, Hemat Listrik dan Anti Bau
-
Mees Hilgers Mangkir dari Latihan FC Twente, Masa Depannya Makin Runyam
-
Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya
-
Sindrom Ring of Fire: Mengapa Gempa Jepang Bikin Kita Refleks Panik?
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah