Belum lama ini, Polda Metro Jaya membantah bahwa penyebab kematian satu keluarga di Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jawa Barat, disebabkan karena kelaparan.
Hal ini nyatanya sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh psikolog forensik Reza Indragiri.
Saat menjadi narasumber dalam acara Metro Hari Ini yang tayang di kanal YouTube metrotvnews pada Sabtu (19/11/2022), Reza menerangkan bahwa penyebab tewasnya satu keluarga tersebut kemungkinan kombinasi antara pembunuhan dan bunuh diri.
"Alih-alih ini faktor alami atau natural, justru terkesan sebagai kombinasi antara bunuh diri dan pembunuhan. Tepatnya didahului oleh pembunuhan yang diikuti oleh bunuh diri," tutur Reza seperti dikutip Mamagini melalui unggahan kanal YouTube metrotvnews.
Perkiraan tersebut berdasarkan temuan bahwa beberapa anggota keluarga meninggal dalam waktu yang berbeda-beda. Sehingga bisa dibayangkan bahwa beberapa anggota keluarga sengaja dibiarkan tidak makan, dan satu anggota keluarga lain sengaja melakukan bunuh diri.
"Tapi mari kita bayangkan, andaikan ada misalnya 3 orang dipaksa lapar, 3 orang dilarang untuk makan, 3 orang lansia tidak diberikan akses pada makanan apapun sampai akhirnya mereka meninggal dunia," terang Reza.
"Lalu pihak yang melarang lansia tersebut untuk makan memilih untuk menghabisi hidupnya juga," imbuhnya.
Namun, Reza lantas menegaskan bahwa hal tersebut hanyalah spekulasinya saja. Dirinya tetap menyerahkan soal penelusuran kasus tersebut kepada pihak berwajib.
"Tapi ini pemikiran spekulatif yang menurut saya satu dari sekian banyak opsi yang perlu diuji oleh pihak kepolisian," jelasnya.
Baca Juga: Dikta Tak Mau Pose Gaya Bapak-Bapak, Berakhir di Tepok Deddy Corbuzier
Berita Terkait
-
Motif Kematian 4 Anggota Keluarga di Kalideres Terungkap, Tim Forensik RS Polri Beberkan Penyebabnya
-
Ini Ajaran Santhara yang Diduga Dianut Keluarga yang Tewas di Kalideres: Tak Makan 35 Hari Sebelum Mati
-
Menguak Tabir Kematian Satu Keluarga, Polisi Periksa Dua Anak Korban yang Tinggal di Bekasi, Apa yang Ditemukan?
-
Kasus Sekeluarga Meninggal di Kalideres, Polisi Periksa 2 Anak Korban Untuk Temui Titik Terang
-
Muncul Dugaan Penyebab Sekeluarga Tewas di Kalideres, Apa Itu Ritual Santhara?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel