Viral sebuah video pelajar SMP yang tak terima karena diberhentikan aparat kepolisian karena tak memakai helm. Bahkan pelajar tersebut malah emosi dan memaki aparat Polisi lalu lintas (Polantas).
Video pelajar yang viral tersebut dibagikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni @ahmadsahroni88. Di narasi videonya, Ahmad Sahroni meminta agar tidak mencontoh aksi pelajar tersebut.
"Jangan Di contoh yah, Ini anak udh salah di Kasih pelajaran baik2 malah Ngelunjak...Mau di Tilang tp ga bisa lagi karna mmg aturan dr kapolri @listyosigitprabowo. Tapi nggak di Tilang ini jd bagaimana tuh ???," tulis Ahmad Sahroni," tulis Ahmad Sahroni yang dikutip dari Suara.com, Senin (21/11/2022).
Dalam video yang diunggah @ahmadsahroni88, tampak seorang anggota Polantas mengingatkan seorang pelajar laki-laki yang memakai baju putih dan celana putih serta dasi biru itu untuk mengenakan helm ketika berkendara.
"Ndak boleh, harus pakai helm, kalau nggak pakai helm bahaya. Jadi, diambil helm-nya," kata polisi yang dikutip dari Suara.com, Senin (21/11/2022).
Namun pelajar tersebut malah tak terima dan membantah kata-kata anggota Polantas tersebut.
"Saiki ngene tak takok i, saiki tak takok i, helm ditubruk truk pecah gak? Saiki ngene, mosok nggae helm opo gak, ditubruk, mati nggak?," kata pelajar seraya menangis.
"Yo meninggal," kata anggota Polantas.
"Lah yowes podo wae," jawab pelajar itu.
Baca Juga: Usai Viral Paul Si Gurita, Kini Millie Si Unta Prediksi Hasil Inggris vs Iran
"Loh, itu pengamannya dek, nggak boleh," ucap anggota Polantas.
"Pengaman opo, podo ae bongko," kata pelajar.
Anggota Polantas itu juga menanyakan SIM dan meminta kepada pelajar tersebut untuk ikut ke kantor polisi.
"Adiknya bawa STNK nggak?. Kalau berkendaraan, harus dilengkapi dengan helm. Ini ke kantor dulu nanti suruh ibunya ngambil helm. Nanti kalau sudah dapat helm bisa dibawa kendarannya tapi bukan adiknya, kan nggak punya SIM. Ayo turun dulu," kata polisi itu mengingatkan.
Kendati demikian pelajar tersebut semakin emosi dan memaki polisi tersebut karena tak terima divideokan. Bahkan pelajar itu sempat akan melemparkan tasnya.
"Ojo Divideo, Woi Ja*cok! Ojo divideo, cok. Woi, anj*ng! Ojok koen video, ojo koen video, ja*cok," kata pelajar itu dengan nada tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Meriahkan Hari Mario, Game Baru Yoshi Bakal Hadir ke Switch 2 Sebentar Lagi
-
7 Fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Rejang Lebong dan Wakilnya
-
Agak Laen Menyala Pantiku! Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa, Geser Avengers: Endgame
-
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
-
5 Cara Menulis Ucapan Terima Kasih di Kartu Lebaran agar Terlihat Tulus
-
Kasus Bibi Kelinci Disorot Anggota DPR, Zendhy Kusuma Cerita Dampak Cyberbullying
-
Vladimir Putin Batuk, Amerika Serikat dan Sekutunya Ketar-ketir
-
Muka Dua Inggris: Ngaku Tak Dukung Serangan AS-Israel tapi Larang Aksi Damai Pro Iran
-
Manggala Agni Bertemu Harimau Sumatera saat Pemadaman Karhutla Riau
-
Rekayasa One Way dan Jalur Alternatif Mudik Jogja, Ini Jadwal Operasional Tol Purwomartani-Prambanan