Seorang santri berinisial DWW, asal Ngawi dilaporkan meninggal dunia di salah satu ponpes di Sragen, Jawa Tengah, Minggu (20/11/2022).
Berita kematiannya viral karena diduga santri asal Desa Katikan, itu dianiaya santri seniornya sebelum meninggal.
Akun @birunyarina memuat fakta baru bahwa pihak keluarga bernama Nurhuda mengakui punya saksi yang melihat penganiayaan itu.
Nurhada menyebut korban sudah tergeletak, santri lain sempat berusaha menolong namun dicegah oleh santri senior.
Setelah mengalami kekerasan, korban terjatuh tak sadarkan diri. Kemudian dilarikan ke klinik di Masaran dan rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Melansir suara.com, DMW, ayah korban mengungkapkan dia mendapatkan kabar pertama pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Pihak ponpes datang langsung ke rumah dan mengabarkan jika Daffa sudah tiada.
Keluarga DWW sudah curiga korban meninggal akibat kekerasan.
Menurut keterangan perwakilan ponpes, pada Sabtu (19/11/2022) malam sekitar pukul 23.00 WIB, DWW dipanggil oleh seniornya yang sudah SMA. Keponakannya kemudian mendapat hukuman.
Baca Juga: Detik-detik Bengkel Terbakar di Medan Tuntungan, 3 Orang Tewas
"Kemudian, pada Minggu pagi DWW dinyatakan meninggal," kata K saat ditemui di rumah duka, Senin (21/11/2022)
Pihak keluarga kemudian membawa jenazah DWW ke rumah sakit untuk visum dan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Bahkan, hal itu juga sudah dilaporkan pada pihak Kepolisian.
"Karena sangat janggal, pada Jumat ini kan adik saya dan istrinya tilik atau menjenguk keponakan saya DWW di sana," ujarnya.
"Saat itu anaknya sehat, ceria, tidak mengeluhkan apa-apa. Tiba-tiba selang satu hari saja kok anaknya dikabarkan meninggal dunia. Siapa yang tidak shock? Akhirnya saya mintakan otopsi agar tahu apa sebabnya," kata K.
Dia mengharap segera ada titik terang dari kejadian meninggalnya sang keponakan. Menurutnya, kejanggalan itu harus diungkap.
"Kami berharap segera ada kejelasan, agar tidak ada yang lain," katanya menambahkan.
Komentar Netizen
Netizen pun ramai-ramai berkomentar dengan aksi kekerasan di pesantren tersebut.
"Kok pesantren brutal? Kan sekolah disana katanya biar makin menimba ilmu agama, biar membentuk akhlak? Kok bringas? Kok sampe meninggal? Harus dituntut itu jgn ada kata damai," tulis dayosi**
Berita Terkait
-
Bikin Ketakutan, Oknum Polisi Todongkan Pistol ke Santri Ponpes Imam Az-Zuhri Gowa Gegara Hal Ini
-
Terekam CCTV, Anggota Polrestabes Makassar Diduga Todongkan Pistol ke Santri
-
Al Muktabar Berharap Semua Ponpes di Banten Ajarkan Agama Rahmatan Lil Alamin: Tugas Kita Merajut Keberagaman
-
Kasus Santri Ngawi Meninggal, Pondok Masaran Minta Maaf dan Ikuti Proses Hukum
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Jelang Prancis vs Spanyol, Simak Rekor Pertemuan hingga Top Skor Kedua Tim
-
Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Comeback yang Berakhir Air Mata: Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mimpi Buruk Neymar?
-
Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK
-
Budaya Konsumsi Sidang Skripsi: Tradisi atau Beban Mahasiswa?
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Ulasan Reborn Rookie: Menggugat Makna Kepemimpinan Lewat Fantasi Body Swap