Beredar di media sosial video dengan klaim umat Kristen wanita di Kampung Palalangon Cianjur mengenakan jilbab ketika kebaktian.
Dalam video juga dinarasikan bahwa kejadian tersebut berlangsung sebelum gempa mengguncang Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu.
Video tersebut disebarkan oleh akun Twitter @Bams27735590 pada Sabtu (26/11/2022) lalu.
Akun Twitter ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"Kampung Palalangon Cianjur daerah Kristen 100%, Kebaktian kaum hawanya memakai jilbab, video sebelum Gempa terjadi di Cianjur."
Hingga kini, video ini telah ditayangkan lebih dari 29 ribu kali. Selain itu, unggahan ini juga telah mendapatkan sejumlah 800 suka dan 470 kali retweet oleh netizen.
Melalui kolom komentar dapat dilihat bahwa tak sedikit netizen yang mempercayai narasi buatan akun Twitter ini.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: Rocky Gerung Minta Gagasan Negara Islam Jangan Dihalangi, Sebut NKRI Tidak Harus Harga Mati
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, dapat diketahui fakta bahwa narasi yang ada di dalam unggahan tersebut merupakan hasil pelintiran. Narasi dan isi video tersebut tidak saling berkaitan.
Lebih jelas, narasi tersebut sudah pernah disebarkan pada tahun 2017. Sehingga video tersebut tidak ada kaitannya dengan musibah gempa bumi yang mengguncang Cianjur belum lama ini.
Selain itu, lagu yang dinyanyikan dalam video tersebut merupakan Hymne SMAN 1 Karawang di sebuah acara reuni. Sehingga video tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan acara kebaktian umat Kristen.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa video dengan klaim umat Kristen wanita di Kampung Palalangon Cianjur mengenakan jilbab ketika kebaktian adalah hoaks. Unggahan tersebut masuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
Berisiko Langgar Hukum, Cara Syahrini Galang Donasi Gempa Cianjur Tuai Kritik
-
Polres Cianjur Turunkan Puluhan Anggota dengan Motor Trail untuk Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolasi
-
BNPB Penuhi Kebutuhan Air Warga Terdampak Gempa Cianjur
-
Sebanyak 3.175 Tenaga Kesehatan Tersebar di 194 Titik Pengungsian Gempa Cianjur
-
Motor Trail Jadi Andalan Tim Reaksi Cepat BNPB Tangani Pengungsi Mandiri Gempa Cianjur
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi