Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus membantah partainya kepanasan akibat acara relawan Jokowi yang bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu. Pasalnya, Presiden Joko Widodo juga turut hadir dalam acara yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) tersebut.
Deddy Sitorus menerangkan bahwa PDI Perjuangan hanya mengkritik saja dan bukan marah. Hal ini lantaran PDI Perjuangan sayang kepada Jokowi dan para relawannya.
Pernyataan ini dilontarkan oleh Deddy Sitorus saat menjadi salah satu narasumber dalam acara Catatan Demokrasi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews pada Selasa (29/11/2022) kemarin.
"Kami tidak marah, kami hanya mengkritik. Kenapa kami mengkritik karena kami sayang Jokowi dan kami sayang relawan. Itu saja alasannya," kata Deddy seperti dikutip Mamagini pada Rabu (30/11/2022).
Politisi dari partai berlambang banteng ini lantas mengungkapkan bahwa bisa saja partainya hanya bersikap cuek dengan acara relawan Jokowi tersebut. Namun, hal tersebut tidak dilakukan karena PDI Perjuangan memiliki sikap sesuai dengan ideologi.
"Kalau tidak cuek aja nggak ada urusan. Tapi kan kita didik sebagai partai yang selalu punya sikap standing position yang diajarkan oleh ideologi yang ada pada kita," lanjut
Dalam pernyataannya, Deddy Sitorus juga mengungkapkan beberapa alasan mengapa PDI Perjuangan mengkritik acara tersebut.
Menurutnya, acara Gerakan Nusantara Bersatu tersebut dilaksanakan di momen yang tidak tepat.
"Pertama dari sisi momentum, kita baru menyelesaikan G20 yang mencapai begitu banyak hal. Tidak ada yang bicara G20. Kita menghabiskan berapa uang itu untuk G20, mungkin triliun, 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK," kara Deddy.
"Kita tahu bahwa di Cianjur sedang terjadi bencana yang cukup dahsyat. Banyak sekali orang yang meninggal, ratusan. Masih banyak yang di tenda-tenda pengungsian, masih banyak yang belum dapat tempat dirawat, banyak desa-desa yang tidak bisa terjangkau karena logistik bantiuan menumpuk di kota," pungkasnya.
Baca Juga: Hati-hati Hujan Petir dan Angin Masih Bakal Terjadi di Sejumlah Daerah Jatim
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Masuk Kriteria Pemimpin Versi Jokowi: Sudah Saya Cek Ada Kerutan dan Rambut Putih
-
Gerakan Nusantara Bersatu: Manuver Politik Jokowi, Sinyal Adu Kuat dengan Megawati dan PDIP di Pilpres 2024
-
Jokowi Beri Lampu Hijau Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir, BUMN Ikut?
-
Soal Capres Ideal Berambut Putih, Gerindra: Kita Nggak Mau Geer,yang Penting Penyemangat Ini Bisa Jadi Semangat Kami
-
Dekorasi Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Loji Gandrung, Mengambil Tema 'Mataram Islam'
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
KPK Lakukan OTT di Kuansing, Diduga Terkait Suap Jabatan Sekda
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
OTT di Kuansing, KPK Sita Mobil Terkait Suap Jual-Beli Jabatan
-
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam