Kasus batal nikah gegara mahar sertifikat rumah nampaknya terus berbuntut panjang. Terlebih, Kang Dedi Mulyadi kini ikut turun tangan mendamaikan kedua belah pihak.
Setelah mempertemukan Yessy, Ryan Dono, dan juga ibu dari kedua belah pihak, Kang Dedi nampaknya merasa belum puas. Terbaru, ia mendatangi rumah Yessy dan mengobrol dengan ayahnya.
Dalam video yang dibagikan ulang oleh akun Instagram lambegosiip terlihat keadaan bagian luar dan dalam rumah Yessy. Bagian luar dihiasi dari pagar kayu yang sudah lapuk.
Terdapat tanaman serta beberapa kursi tak terpakai di sana. Tembok bagian luar rumah pun terlihat sudah lama tidak dicat dan ada yang sudah terkelupas.
Bagian dalam rumah yang digunakan sebagai tempat mengobrol pun terlihat tak jauh beda. Ada beberapa kursi dan dipan kayu yang menghiasi.
Tembok rumah terlihat belum di cat dan ada tumpukan baraang di salah satu sudutnya yang tidak tertata rapi. Sontak saja keadaan rumah Yessy ini mencuri perhatian publik.
Tidak sedikit warganet yang justru bersimpati melihat keadaan rumah Yessy. Bahkan beberapa warganet justru berbalik menyalahkan ibunda wanita tersebut.
"Lihat gini jadi kasian sama Yessy, pasti gara-gara emaknya jadi kayak gini nasibnya," komentar salah satu warganet.
"Sepertinya Yessy membatalkan pernikahan karena ortunya yang nuntut minta sertifikat rumah. Ortunya yang ngatur Yessy. Sebagai anak biasanya nurut aja kata emaknya, tapi kasihan kan nasib anaknya jadi gagal nikah," tulis warganet lain.
Baca Juga: Citayam Fashion Week Tak Lagi Moncer, Begini Kesibukan Terbaru Bonge
Selain itu tidak sedikit warganet yang berspekulasi bila rumah tersebut bukanlah hunian asli yang ditempati oleh Yessy. Terlebih jika mengetahui ayahnya ternyata seorang tentara.
"Settingan paling ini, ini bukan rumahnya atau ini mungkin belakang rumahnya yang dijadikan gudang. Depannya ini cantik rumahnya," celetuk seorang warganet.
"Itu bukan rumah keknya deh, itu kandang peternakannya. Mungkin sengaja shoot di situ biar makin penasaran makin dikulik," ujar warganet yang berbeda.
Berita Terkait
-
Ibu Ryan Dono Pamer Perhiasan Senilai Rp 35 Juta untuk Seserahan, Netizen: Yessy Kena Prank
-
Kang Dedi Mulyadi Tuai Cibiran Gegara Pertemukan Yessy dan Ryan Dono: Gayanya Jadi Penengah, Padahal Rumah Tangga Bermasalah
-
Sebut Ryan Dono Tak Sekaya Atta Halilintar, Yessi Dibanding-bandingin Sama Aurel Hermansyah Saat Minta Mahar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Ratusan Warga Asing Ditangkap di Apartemen Baloi View Batam, Diduga Pelaku Scam
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
-
Liburan di Gili Trawangan Bakal Punya Vibes Baru, Resort Glamping Tepi Pantai Ini Buka Juli 2026
-
Biodata, Umur, dan Pekerjaan Mentereng Aksa Anak Soimah yang Baru Menikah
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Antam Alami Perubahan
-
Di Tengah Gempuran Gadget, Pojok Baca Jadi Cara Sederhana Meningkatkan Literasi
-
Pengasuh di Tulungagung Culik Bayi 17 Bulan, Tertangkap Saat Hendak Seberangi Selat Sunda