/
Selasa, 13 Desember 2022 | 16:36 WIB
Artis Febby Febiola (Youtube Trans TV)

Artis Febby Febiola menceritakan pengalaman buruknya yang pernah menjadi korban pelecehan seksual di salah satu mal di Jakarta pada beberapa tahun lalu. Febby mengatakan pelecehan seksual yang dialaminya saat ia merasa ada pihak yang mengerekamnya saat buang air kecil.

"Waktu aku ada acara mal di Jakarta, waktu itu malnya sudah hampir tutup, aku ke toilet, emang waktu itu suasananya sepi banget karena sudah mau nutup, aku ke toilet buang air kecil. Kebetulan toilet model atasnya kebuka, abis aku kaya ada feeling ada kamera naronya di atas aku nengok aku ngeliat kaya ada yang narik tanganya ke bawah. Aku yakin ini ada yang ngerekam," ujar Febby di acara Pagi Pagi Ambyar yang dikutip dari Youtube Trans TV, Selasa (13/12/2022).

Melihat ada orang yang merekamnya, Febby langsung menggedor pintu toilet yang ada di sebelahnya. Pelaku kata Febby akhirnya melarikan diri. Namun satpam yang melihat ada kejanggalan langsung menangkapnya.

"Aku gedor pintunya aku teriak sekarang keluar sekarang, dia pura pura muntah, dia buka pintu, dia lari, kejar-kejaran lah ya, di lobi ada satpam itu ditangkap," ucap Febby.

Bahkan Febby meminta satpam untuk membuka ponsel pekaku. Febby kaget ternyata banyak video perempuan yang ada di toilet.

Pelaku kata Febby langsung dibawa ke kantor polisi agar ada efek jera.

"Saya bilang buka handphonenya, dia buka HP nya dan ternyata di dalam handphone pelaku banyak folder video banyak perempuan yang ada di toilet umum, akhirnya diamankan oleh pihak security.
Ini orang harus dibawa kantor polisi, di proses sepanjang proses itu dia takut ibunya," kata Febby.

Febby mengaku kaget bahwa pelaku masih berstatus mahasiswa. Namun ia tetap memproses laporannya.

"Dia masih muda, waktu itu dia masih kuliah di Universitas di Jakarta. Agak kaget ternyata dia anak kuliahan," papar dia.

Baca Juga: Argentina vs Kroasia: Incar Tiket Final, Rekor Prestisius Juga Menanti Lionel Messi dan Luka Modric

Ibu dari pelaku kemudian datang ke kantor polisi. Saat bertemu, ibu dari pelaku menyebut putranya anak yang pendiam.  Karena itu ia meminta Febby untuk mencabut laporannya beberapa hari kemudian.

"Akhirnya ibunya dateng, bapaknya dateng, adiknya dateng minta maaf, dia cerita, anak saya ini enggak bandel, baik tertutup, kalem. Saya pikir lagi dia masih muda, masih bnyak kesempatan, saya maafin, saya tutup kasusnya laporan dicabut beberapa hari kemudian. Dia sempat menginap," katanya

Load More