Kunjungan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke sejumlah wilayah di Indonesia mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Bahkan kehadiran Anies seperti di Sulawesi Selatan dibanjiri lautan manusia.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai karena orang menginginkan adanya perubahan.
"Begitu mudahnya Anies Baswedan mengumpulkan massa, magnetnya begitu besar. Kenapa bisa begini sederhana sesungguhnya? Orang rindu untuk adanya perubahan," ujar Refly melalui kanal Youtube miliknya yang dikutip Suara.com, Rabu (14/12/2022).
Refly menyebut antusiasme masyarakat terhadap Anies tergantung persepsi atas pemerintahan Presiden Jokowi. Ia menuturkan jika persepsi kepada pemerintahan Jokowi buruk, maka antusiasme terhadap kegiatan Anies akan tinggi.
"Jadi kalau misalnya persepsi atas pemerintahan Presiden Jokowi dianggap buruk, maka partisipasi terhadap kegiatan Anies akan jauh lebih dahsyat. Jadi ," papar dia.
Menurut Refly hal tersebut alamiah dalam politik. Kata Refly, seandainya Anies diterima masyarakat tanpa mobilisasi maka itu sinyal sesungguhnya masyarakat menghendaki adanya perubahan.
"Sebaliknya kata dia, jika kunjungan Ganjar Pranowo diterima masyarakat tanpa mobilisasi, hal tersebut sebagai tanda masyarkat menginginkan kepemimpinan Jokowi dilanjutkan.
"Kalau kemana- mana Ganjar Pranowo diterima tanpa mobilisasi juga, maka itu adalah sinyal bahwa masyarakat menginginkan kepemimpinan Presiden Jokowi diteruskan. As a simple as that. Jadi kalau ada mobilisasi tidak genuine," ungkap Refly.
"Bagaimana dengan Prabowo, Prabowo in between posisinya, jadi kalau orang kemana-mana Prabowo disambut massa yang antusias, maka mereka ini orang yang in between juga di satu sisi menginginkan kepemimpinan di satu sisi menginginkan perubahan," sambungnya.
Baca Juga: Otis Pamutih Meninggal Akibat Stroke, Sempat Jatuh hingga Tak Bisa Bergerak
Lebih lanjut Refly menyebut secara psikologis yang paling mudah mengumpulkan massa adalah Anies Baswedan. Karena kata Refly, umumnya orang dalam posisi yang oposisional, maka dukungan ke oposisi itu akan jauh lebih dahsyat.
"Karena tidak mungkin dia digerakkan dengan mobilisasi, karena mobiliasi hanya mungkin dilakukan oleh kekuasaan dan mereka yang miliki resources. Anies mungkin saja bisa saja didukung para cukong di belakang para cukong di luar kekausan, tetapi mungkin bagi anies not necessary untuk melakukan mobilisasi karena tanpa mobiliasi partisipasi begitu membludak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini
-
Bukan Cuma Jalan Tol, 3 Rute Mudik Lebaran Bebas Stres Ini Wajib Dicoba
-
Menjelang Magrib! Buka Puasa Jakarta Hari Ini 19 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktunya
-
7 Mobil Bekas Sekelas Isuzu Panther yang Irit dan Awet untuk Jangka Panjang
-
Bukan Sekadar THR, Resto Bebek Goreng Ini Bagikan 29 Motor untuk Karyawan: Kesuksesan Milik Bersama
-
Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?
-
Hindari Macet Jalan Utama! Polisi Siapkan Jalur Alternatif Jonggol dan Sukabumi Untuk Pemudik
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Berapa Kekayaan Michael Bambang Hartono? Bos Djarum Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia
-
Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 20 Maret